Diplomasi Prabowo ke Rusia demi Penguatan Kerja Sama Energi Strategis
Rabu, 15 April 2026 | 11:01 WIB
Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Rusia memiliki posisi strategis dalam percaturan global, termasuk sebagai negara dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB dan anggota utama BRICS.
Ia menilai kemitraan Indonesia dengan Rusia menjadi semakin relevan dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Rusia merupakan negara dengan posisi strategis di dunia, termasuk sebagai pemegang hak veto di PBB dan pendiri BRICS,” jelasnya.
Selain itu, Rusia juga dinilai sebagai mitra potensial dalam mendorong pembangunan jangka panjang Indonesia, mengingat kekuatan sumber daya alam serta kapasitas industrinya.
Teddy juga mengungkapkan bahwa hubungan personal antara Prabowo dan Putin semakin erat dalam satu tahun terakhir, dengan frekuensi pertemuan yang cukup intens.
“Presiden Prabowo dan Presiden Putin terakhir bertemu pada Desember lalu di Moskwa, dan sudah lima kali bertemu dalam berbagai kesempatan selama satu tahun terakhir,” pungkasnya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah perubahan lanskap geopolitik global. Indonesia dinilai perlu menjalin kemitraan strategis dengan berbagai negara besar guna menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional.
Kerja sama dengan Rusia juga diharapkan dapat membuka peluang baru, tidak hanya di sektor energi, tetapi juga di bidang teknologi, industri, dan pendidikan.
Dengan berbagai kesepakatan yang dicapai, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global, sekaligus memastikan ketahanan energi dan keberlanjutan pembangunan nasional di masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




