Prabowo Temui Putin, MPR Sebut Energi RI Masuk Zona Aman
Rabu, 15 April 2026 | 14:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menilai dinamika permasalahan energi yang dihadapi Indonesia mulai memasuki “zona aman”. Hal ini menyusul langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama strategis, khususnya dalam penjajakan pembelian minyak mentah dan gas dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman. Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya demikian,” ujar Eddy di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi energi global saat ini tengah mengalami disrupsi yang menciptakan situasi seller’s market, yaitu negara produsen minyak memiliki kendali lebih besar dalam menentukan harga, volume, serta tujuan distribusi. “Kita tidak perlu khawatir bahwa suatu ketika kendaraan tidak bisa berjalan, kapal laut tidak bisa berlayar, atau kereta api tidak bisa beroperasi,” katanya.
Eddy menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata adalah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, termasuk LPG 3 kilogram.
“Baik untuk transportasi maupun kebutuhan rumah tangga, kebijakan ini sangat baik untuk menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerja sama bilateral berbagai sektor strategis, mulai dari energi, ekonomi, hingga pertanian, industri, farmasi, dan antariksa.
Dalam pertemuan di Moskwa, Rusia, Senin (13/4/2026), Prabowo menilai Rusia berperan positif dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Ia juga menekankan pentingnya konsultasi antarnegara untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Kami memandang Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,” ujar Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Cegah Pasien PBI Ditolak RS, Pemerintah Siapkan SKB




