From Moscow to Paris: Diplomasi Prabowo Amankan Pasokan Energi
Rabu, 15 April 2026 | 20:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengamankan komitmen kerja sama pasokan energi jangka panjang bagi Indonesia melalui kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut hasil kunjungan tersebut sebagai capaian penting yang dibawa langsung oleh Presiden Prabowo ke Tanah Air.
"Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo membawa pulang oleh-oleh berbagai kesepakatan strategis," kata Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Rabu (15/4/2026).
Kunjungan dimulai dari Rusia, di mana Presiden Prabowo bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, Senin (13/4/2026). Pertemuan itu menegaskan peningkatan kerja sama di sektor energi, khususnya terkait pasokan jangka panjang.
Menurut Teddy, kerja sama tersebut mencakup penguatan cadangan energi nasional, termasuk minyak mentah dan liquefied petroleum gas (LPG).
"Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin menegaskan peningkatan kerja sama terkait pasokan energi nasional jangka panjang, termasuk cadangan minyak mentah dan LPG," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo telah menugaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk melakukan pembahasan teknis lebih terperinci dengan pihak Rusia di Moskwa.
Selain energi, Indonesia dan Rusia juga sepakat memperluas kerja sama di sektor strategis lainnya, seperti pendidikan, riset teknologi, pertanian, dan investasi industri.
Setelah dari Rusia, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Ia bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama di bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang.
Teddy menegaskan, rangkaian kunjungan selama dua hari itu menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret yang dinilai penting bagi kepentingan nasional.
"Kunjungan singkat dua hari ke dua negara superpower, pemegang hak veto PBB dan penghasil sumber daya terbesar di dunia dengan hasil besar dan konkret untuk Indonesia Raya," pungkas Teddy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




