Citra Satelit Ungkap Kondisi Fordow, Benarkah Sempat Disegel Iran?
Minggu, 22 Juni 2025 | 20:28 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Citra satelit terbaru mengungkap dampak serius dari serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow. Serangan ini menggunakan bom penghancur bunker dan menandai keterlibatan langsung pertama AS dalam konflik antara Iran dan Israel.
Gambar dari Planet Labs PBC yang diambil pada Minggu (22/6/2025), menunjukkan perubahan signifikan pada lereng gunung di sekitar fasilitas Fordow, termasuk permukaan tanah yang tampak lebih abu-abu serta adanya asap abu-abu muda. Dibandingkan dengan citra bulan April, area tersebut menunjukkan tanda-tanda ledakan besar dan puing-puing berserakan, mendukung klaim AS bahwa bom penghancur bunker digunakan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (21/6/2025), bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Menurut sumber pertahanan, pesawat pengebom B-2 AS terbang non-stop selama 37 jam dari pangkalan di Missouri melintasi Samudra Pasifik dan menjatuhkan 12 bom GBU-57 MOP (massive ordnance penetrator) seberat 14 ton ke Fordow. Selain itu, kapal selam AS menembakkan 30 rudal jelajah Tomahawk ke dua fasilitas lainnya.
Fasilitas Fordow dikenal sebagai benteng nuklir karena dibangun jauh di dalam pegunungan dan memiliki sekitar 2.000 sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium hingga 60%. Fasilitas ini sebelumnya gagal dihancurkan oleh serangan udara Israel, yang mengeklaim hanya AS yang memiliki kemampuan persenjataan untuk menembus perlindungan tersebut.
Ini adalah kali pertama AS secara langsung menyerang fasilitas nuklir Iran, menandai eskalasi besar dalam konflik regional. Presiden Trump menyebut serangan tersebut sebagai keberhasilan militer yang menghancurkan sepenuhnya kemampuan nuklir Iran dan akan memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.
Namun, pejabat Iran membantah klaim kerusakan besar di Fordow dan belum memberikan penilaian teknis resmi terhadap dampaknya. Teheran menyebut serangan ini sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan memperingatkan bahwa akan ada respons keras dari pihaknya.
Sebelum serangan dilancarkan, laporan menyebutkan bahwa Iran sempat menyegel pintu masuk fasilitas Fordow, diduga untuk meminimalkan dampak serangan.
Ketegangan antara Iran dan Israel semakin meningkat sejak 13 Juni 2025, ketika Israel meluncurkan serangan udara pendahuluan terhadap sejumlah target strategis Iran, termasuk ilmuwan nuklir dan komandan senior. Serangan balasan dari Iran menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak dan mendorong AS untuk terlibat secara langsung.
Dengan eskalasi ini, kekhawatiran global terhadap konflik besar di Timur Tengah kembali meningkat, termasuk potensi dampaknya terhadap stabilitas global dan pasar energi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




