ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Italia Stop Kawal Kapal Misi Kemanusiaan Global Flotilla Menuju Gaza

Rabu, 1 Oktober 2025 | 19:02 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mendesak misi kemanusiaan ini segera dihentikan.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mendesak misi kemanusiaan ini segera dihentikan. (AP Photo/Anis Mili)

Italia, Beritasatu.com- Italia akan menghentikan dukungan untuk kapal kemanusiaan Sumud Global Flotilla yang mengangkut lebih dari 500 orang untuk menembus blokade Israel di Gaza. Armada Sumud Global, yang terdiri atas lebih dari 40 kapal sipil dengan penumpang di antaranya anggota parlemen, pengacara, serta aktivis iklim Swedia Greta Thunberg berlayar dengan tujuan mematahkan blokade Israel di Gaza.

Italia menyatakan akan berhenti melacak armada internasional yang mencoba mengirimkan bantuan ke Gaza dengan kapal militer tersebut. Pemerintah Italia melalui Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mendesak misi ini segera dihentikan.

"Misi bantuan tersebut dapat merusak harapan perdamaian berdasarkan proposal 20 poin dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump,” ujar Meloni, mengutip The Guardian, Rabu (1/10/2025).

ADVERTISEMENT

Peringatan yang sama juga datang dari Paus Leo, yang menyatakan keprihatinannya terhadap keselamatan dari ratusan aktivis di kapal tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Italia, fregat (jenis kapal perang) yang mengawal armada akan berhenti ketika konvoi berada dalam jarak 150 mil laut sekitar 278 kilometer dari garis pantai Gaza. Mereka memperkirakan penghentian itu terjadi sekitar tengah malam waktu setempat.

Italia sebelumnya mendesak anggota Sumud Global Flotilla agar menerima proposal kompromi guna menghentikan bantuan di pelabuhan Siprus dan menghindari konfrontasi dengan pasukan militer Israel. Namun, perwakilan armada Sumud Global Flotilla menolak tawaran tersebut.

“Kami tegaskan lagi, armada ini  akan terus berlayar. Angkatan Laut Italia tidak akan menggagalkan misi ini. Tuntutan kemanusiaan untuk mematahkan blokade Israel terhadap Gaza tidak dapat ditarik kembali ke pelabuhan,” demikian pernyataan Global Flotilla.

Sebelumnya, pada pekan lalu Italia dan Spanyol mengerahkan kapal angkatan laut untuk membantu mengawal armada Global Flotilla  setelah diserang drone bersenjata granat kejut dan bahan iritan di perairan internasional dekat Yunani. Meski begitu, kedua negara menegaskan tidak berniat terlibat secara militer.

Juru bicara armada Italia, Maria Elena Delia, menyatakan para aktivis kini bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari Israel.

"Israel kemungkinan akan menyerang kami malam ini, karena semua tanda-tanda telah menunjukkan itu akan terjadi," ujarnya dalam sebuah video di Instagram.

Senada dengan Maria, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengatakan pihaknya memprediksi kapal-kapal akan dicegat di laut lepas dan para aktivis ditangkap.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Apresiasi Turki Bantu Pulangkan 9 WNI yang Ditahan Israel

Prabowo Apresiasi Turki Bantu Pulangkan 9 WNI yang Ditahan Israel

INTERNASIONAL
IJTI Kutuk Israel Culik Jurnalis-Aktivis, Langgar Hukum Internasional

IJTI Kutuk Israel Culik Jurnalis-Aktivis, Langgar Hukum Internasional

INTERNASIONAL
Menlu Sugiono Masih Sulit Komunikasi dengan 9 WNI yang Diculik Israel

Menlu Sugiono Masih Sulit Komunikasi dengan 9 WNI yang Diculik Israel

INTERNASIONAL
Israel Adang Kapal Sumud Flotilla, tetapi Satu Kapal Masih Berlayar

Israel Adang Kapal Sumud Flotilla, tetapi Satu Kapal Masih Berlayar

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon