Israel Akui Tembakkan 153 Ton Bom ke Gaza Saat Gencatan Senjata
Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:18 WIB
Yerusalem, Beritasatu.com – PM Israel Benjamin Netanyahu, Senin (20/10/2025) mengklaim bahwa pasukannya telah menyerang Jalur Gaza dengan menjatuhkan 153 ton bom, pernyataan yang menuai kontroversi dan dianggap sebagai pengakuan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat membuka sidang musim dingin parlemen Israel, Knesset. Ia sempat beberapa kali diinterupsi oleh anggota parlemen oposisi yang menentang kebijakan pemerintahnya dan mengkritik langkah-langkah yang dianggap memperpanjang konflik di Gaza.
“Selama gencatan senjata, dua tentara gugur, kami menyerang mereka dengan 153 ton bom dan menargetkan puluhan lokasi di seluruh Jalur Gaza,” ujar Netanyahu.
Sementara itu, kantor media pemerintah Gaza melaporkan 80 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak kesepakatan yang disponsori Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober. Pelanggaran ini menewaskan 97 warga Palestina, termasuk 44 orang pada Minggu (19/10/2025), dan melukai 230 lainnya.
Tel Aviv menuduh Hamas menyerang pasukan Israel di Kota Rafah, Gaza selatan, namun Hamas membantah tuduhan tersebut dan menegaskan komitmen mereka terhadap gencatan senjata.
Kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober 2025 berdasarkan rencana bertahap yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Tahap pertama mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan pembebasan tahanan Palestina. Rencana itu juga mencakup rekonstruksi Gaza serta pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa keterlibatan Hamas.
Sejak Oktober 2023, konflik yang digambarkan sebagai genosida oleh Israel telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai lebih dari 170.200 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




