Momen Akrab PM Korsel dan PM Jepang Jam Session Drum Lagu BTS
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:48 WIB
Nara, Jepang, Beritasatu.com – Diplomasi antara Korea Selatan dan Jepang tampil dalam wajah yang lebih santai dan akrab. Seusai menggelar pertemuan puncak di Nara, Jepang, pada Selasa (13/1/2026), Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menunjukkan kedekatan pribadi dengan bermain drum bersama.
Tidak tanggung-tanggung, kedua pemimpin negara ini membawakan dua hit K-pop populer, yaitu "Dynamite" dan "Golden". Aksi yang diunggah melalui kanal YouTube Kantor Perdana Menteri Jepang tersebut segera menarik perhatian dunia internasional sebagai simbol babak baru hubungan bilateral kedua negara.
Pihak pemerintah Korea Selatan mengungkapkan bahwa PM Takaichi, yang memiliki hobi bermain drum sejak masa kuliah, secara khusus mengajari Presiden Lee teknik dasar instrumen tersebut. Keduanya tampil kompak mengenakan kemeja biru tua serasi yang menampilkan bordir bendera kedua negara serta nama masing-masing pemimpin.
Melalui unggahan di media sosial, PM Takaichi menceritakan latar belakang di balik sesi musik tersebut. "Saat kami bertemu di KTT APEC tahun lalu, dia menyebutkan bahwa bermain drum adalah mimpinya, jadi saya menyiapkan ini sebagai hadiah kejutan," tulisnya.
Presiden Lee Jae-myung menyambut hangat kejutan tersebut meski mengakui penampilannya masih terasa canggung. Namun, ia menekankan pesan filosofis di balik ketukan drum yang mereka mainkan.
"Meskipun ritmenya tidak tepat, hati kita tetap selaras, berusaha untuk mengejar ketinggalan. Sama seperti bagaimana kita akan membangun hubungan Korea Selatan-Jepang yang berorientasi masa depan bersama dengan sepenuh hati," tulis Lee melalui akun X pribadinya.
Sebagai penutup sesi yang hangat tersebut, PM Takaichi memberikan sepasang stik drum kepada Presiden Lee. Keduanya kemudian menandatangani stik tersebut sebelum akhirnya saling bertukar sebagai kenang-kenangan.
Juru bicara kantor kepresidenan Korea Selatan, Kim Nam-joon, menyatakan bahwa upacara tabuhan drum ini diatur oleh pihak Jepang sebagai representasi kedekatan personal yang akan berdampak positif pada kebijakan antarnegara.
"Hal itu mengubah pertemuan menjadi momen pertukaran budaya yang unik," pungkas Kim. Pertemuan di Nara ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kerja sama strategis yang lebih stabil di kawasan Asia Timur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




