Sepakat Tambah Tekanan Ekonomi, AS-Israel Gaspol Batasi Nuklir Iran
Minggu, 15 Februari 2026 | 11:13 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah sepakat untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Mengutip Shafaq News, Minggu (15/2/2026), langkah tersebut dimaksudkan untuk mendorong pemerintah Iran agar memberikan konsesi terkait program pengembangan nuklirnya.
Menurut keterangan pejabat AS, laporan surat kabar Axios menyebut AS berencana menerapkan strategi tekanan maksimum terhadap Iran, sekaligus mempertahankan kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026), Trump dan Netanyahu menyepakati secara prinsip mencegah Iran memiliki senjata nuklir menjadi tujuan utama bersama. Namun, keduanya memiliki perbedaan pandangan terkait pendekatan yang harus ditempuh.
Netanyahu menilai Iran tidak akan menghormati dan mematuhi kesepakatan apa pun, sementara Trump tetap menunjukkan optimisme dan menyakini Iran mau bekerja sama dengan AS terkait perjanjian nuklir tersebut.
“Kita lihat apakah itu mungkin. Mari kita coba,” ujar Trump.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Swiss sebelumnya telah mengungkap Iran dan AS tengah mempersiapkan dialog nuklir kedua di Jenewa, Swiss sebagai kelanjutan pembicaraan tidak langsung pertama yang digelar pada Jumat (6/2/2026) di Muscat, Oman. AS dan Iran menggambarkan dialog awal tersebut berjalan cukup baik, meski perbedaan pandangan antarkeduanya masih cukup besar.
Iran menegaskan negosiasi harus berfokus secara eksklusif pada program nuklirnya dan menolak pembatasan terhadap kemampuan rudal. Di sisi lain, pemerintahan Trump mendorong konsesi yang lebih luas, termasuk penghentian pengayaan uranium serta pengakhiran dukungan Iran terhadap sekutu regional seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman (Ansarallah), dan kelompok bersenjata di Irak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




