ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Amerika Geger karena Ayah Tembak Istri dan Anak di Arena Hoki, 3 Tewas

Selasa, 17 Februari 2026 | 08:57 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Penembakan brutal akibat konflik keluarga di arena hoki Rhode Island menyebabkan tiga orang tewas, termasuk pelaku yang melakukan aksi bunuh diri di lokasi.
Penembakan brutal akibat konflik keluarga di arena hoki Rhode Island menyebabkan tiga orang tewas, termasuk pelaku yang melakukan aksi bunuh diri di lokasi. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Suasana keceriaan di pertandingan hoki remaja di Rhode Island berubah menjadi horor pada hari Senin (16/2/2026) waktu setempat. Sebuah insiden penembakan brutal terjadi di dalam arena, yang mengakibatkan tiga orang tewas, termasuk pelaku penembakan. 

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa penembakan ini terjadi di tengah kerumunan penonton dan pemain yang sebagian besar adalah pelajar. Kepala Polisi Pawtucket, Tina Goncalves, dalam konferensi persnya menyatakan bahwa selain korban tewas, terdapat tiga orang lainnya yang saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit. 

Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri (bunuh diri) setelah melancarkan aksinya. Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden ini tampaknya bukan merupakan serangan terorisme acak, melainkan peristiwa yang ditargetkan secara khusus. Meski begitu, identitas pelaku maupun usia para korban belum dirilis secara detail untuk menghormati proses penyidikan.

"Muncul indikasi bahwa ini adalah kejadian terencana yang kemungkinan besar dipicu oleh perselisihan internal keluarga," ujar Goncalves.  

ADVERTISEMENT

Kejadian ini berlangsung di dalam Arena Dennis M Lynch di Pawtucket, sebuah kota yang terletak hanya beberapa mil dari Providence. Tim penyidik kini sedang bekerja keras mengumpulkan potongan bukti dan memeriksa saksi mata yang berada di lokasi. Polisi juga tengah meninjau rekaman video pertandingan untuk melihat kronologi pasti saat letusan senjata pertama kali terdengar.

Sementara NY Post melaporkan Seorang wanita yang mengaku sebagai putri kandung pelaku memberikan kesaksian emosional sesaat setelah keluar dari markas Kepolisian Pawtucket. Dengan suara bergetar, ia mengonfirmasi bahwa pria yang melepaskan tembakan tersebut adalah ayahnya sendiri.

Wanita yang memilih untuk merahasiakan identitasnya tersebut tampak sangat terpukul saat memberikan keterangan singkat kepada awak media. Didampingi oleh seorang pria dan seorang anak kecil, ia membenarkan bahwa insiden berdarah yang terjadi p berakar dari konflik internal keluarga yang tragis.

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa ayahnya telah lama berjuang melawan gangguan kesehatan mental yang serius. "Ayah saya memiliki masalah kesehatan mental," ujarnya singkat sambil bergegas meninggalkan kantor polisi.  Ia menambahkan bahwa kondisi psikologis ayahnya memang "sangat sakit" dalam beberapa waktu terakhir, meskipun ia tidak merinci diagnosis medis spesifik yang diderita sang ayah.

Sementara di media sosial, telah beredar cuplikan video yang menunjukkan momen mencekam saat suara tembakan meletus. Dalam video tersebut, terlihat para pemain hoki remaja langsung tiarap dan mencari perlindungan di lantai es, sementara para penggemar serta orang tua berlarian menyelamatkan diri dari kursi penonton. Suasana di dalam arena seketika berubah dari sorak-sorai menjadi teriakan histeris.

Pemandangan memilukan juga terlihat di luar arena sesaat setelah kejadian. Para siswa pemain hoki yang masih mengenakan seragam lengkap tampak saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu sebelum mereka dievakuasi menggunakan bus sekolah. Jalanan di sekitar arena langsung ditutup total oleh barikade polisi, sementara helikopter terus berpatroli di udara untuk mengamankan situasi.

Tragedi ini menjadi luka baru bagi warga Rhode Island. Pasalnya, hanya berselang dua bulan sebelumnya, wilayah ini juga diguncang penembakan massal di Universitas Brown yang menewaskan dua mahasiswa. Meski Walikota Pawtucket, Don Grebien, menegaskan bahwa kedua insiden ini tidak saling berkaitan, ia mengakui bahwa rentetan kekerasan bersenjata ini sangat memukul mental masyarakat, terutama anak-anak muda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Profil Pelaku Penembakan Massal di SMP Kanada yang Tewaskan 9 Orang

Profil Pelaku Penembakan Massal di SMP Kanada yang Tewaskan 9 Orang

INTERNASIONAL
Penembakan Massal di Kanada, 9 Tewas Mengenaskan di Sekolah

Penembakan Massal di Kanada, 9 Tewas Mengenaskan di Sekolah

INTERNASIONAL
Debat Soal Donald Trump, Wanita Inggris Tewas Ditembak Ayahnya

Debat Soal Donald Trump, Wanita Inggris Tewas Ditembak Ayahnya

INTERNASIONAL
Fakta-fakta Penembakan Alex Pretti yang Memicu Protes Massal di AS

Fakta-fakta Penembakan Alex Pretti yang Memicu Protes Massal di AS

INTERNASIONAL
Siapa Alex Pretti yang Tewas Ditembak Agen ICE di AS? Ini Profilnya

Siapa Alex Pretti yang Tewas Ditembak Agen ICE di AS? Ini Profilnya

INTERNASIONAL
Perawat AS Tewas Ditembak Agen Federal di Tengah Operasi Imigrasi

Perawat AS Tewas Ditembak Agen Federal di Tengah Operasi Imigrasi

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT