ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Claude AI Jadi Senjata Militer AS Serang Iran, Begini Faktanya

Selasa, 3 Maret 2026 | 09:23 WIB
TE
TE
Penulis: Tachta Citra Elfira | Editor: TCE
Citra satelit dari Vantor menunjukkan sejumlah bangunan di kediaman resmi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, mengalami kerusakan akibat serangan Amerika dan Israel, Minggu, 1 Maret 2026.
Citra satelit dari Vantor menunjukkan sejumlah bangunan di kediaman resmi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, mengalami kerusakan akibat serangan Amerika dan Israel, Minggu, 1 Maret 2026. (AP)

Washington DC, Beritasatu.com - Model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Claude milik Anthropic dilaporkan digunakan militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer terhadap Iran, meskipun Presiden AS Donald Trump saat itu memerintahkan seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi perusahaan tersebut beberapa jam sebelumnya.

Laporan The Wall Street Journal dan Axios menyebutkan penggunaan Claude terjadi saat pemboman gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

Digunakan untuk Intelijen dan Simulasi Medan Perang

Menurut laporan tersebut yang disitat dari The Guardian, Komando Pusat AS di Timur Tengah memanfaatkan Claude untuk berbagai keperluan strategis, termasuk analisis intelijen, identifikasi target, hingga simulasi skenario pertempuran.

Namun, pada Jumat (27/3/2026), hanya beberapa jam sebelum operasi militer diluncurkan, Trump memerintahkan seluruh lembaga federal agar segera menghentikan penggunaan teknologi AI dari Anthropic.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan di Truth Social, ia mengkritik perusahaan tersebut sebagai entitas kiri radikal dan mempertanyakan kompetensinya. Ketegangan ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, militer AS juga menggunakan Claude dalam operasi penting, termasuk misi yang menargetkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari lalu.

Anthropic menolak penggunaan teknologinya untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, maupun pengawasan massal. Perusahaan menegaskan ketentuan layanannya tidak mengizinkan model AI mereka digunakan untuk kepentingan tersebut.

Pentagon dan Anthropic Berseteru

Perselisihan antara pemerintahan Trump dan Anthropic telah berlangsung selama berbulan-bulan. Departemen Pertahanan AS bahkan menyebut perusahaan tersebut sebagai ancaman keamanan serta risiko rantai pasokan.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuduh Anthropic bersikap arogan dan tidak mendukung kebutuhan pertahanan nasional. Ia menuntut akses penuh terhadap seluruh model AI perusahaan untuk tujuan yang dianggap sah oleh pemerintah.

Meski demikian, Pentagon mengakui bahwa pemutusan hubungan secara mendadak sulit dilakukan. Anthropic disebut masih akan menyediakan layanan selama maksimal enam bulan guna memastikan transisi sistem berjalan mulus ke penyedia lain.

OpenAI Masuk ke Jaringan Rahasia Pentagon

Tak lama setelah larangan terhadap Anthropic diumumkan, perusahaan pesaingnya, OpenAI, bergerak cepat. CEO OpenAI Sam Altman menyatakan pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk mengimplementasikan teknologi AI mereka, termasuk ChatGPT, ke dalam jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS.

Langkah tersebut memicu kontroversi baru di industri teknologi. Lebih dari 100 karyawan dari OpenAI dan induk Google, Alphabet Inc, sebelumnya dilaporkan menuntut adanya garis merah dalam kontrak AI dengan Pentagon, terutama terkait penggunaan untuk senjata otonom dan pengawasan massal.

Dampak ke Publik Claude Salip ChatGPT

Di tengah polemik politik dan etika tersebut, dinamika pasar aplikasi AI ikut berubah drastis. Claude dilaporkan melampaui ChatGPT sebagai aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Apple App Store Amerika Serikat.

Lonjakan ini terjadi setelah OpenAI mengumumkan kolaborasi dengan Departemen Pertahanan AS. Fenomena peralihan pengguna bahkan memunculkan istilah QuitGPT di media sosial dan forum daring, termasuk Reddit. Banyak pengguna menyatakan meninggalkan ChatGPT sebagai bentuk protes terhadap kerja sama militer tersebut.

Salah satu pemicu kekecewaan publik adalah laporan mengenai donasi pribadi Presiden OpenAI, Greg Brockman, sebesar US$ 25 juta kepada komite aksi politik pro-Trump, serta penggunaan teknologi berbasis GPT-4 oleh lembaga penegak hukum untuk perekrutan dan penyaringan. Sekitar 700.000 pengguna beralih dari ChatGPT ke platform lain.

Pertumbuhan Signifikan Claude

Menurut laporan Mashable, pengguna gratis Claude meningkat lebih dari 60% sejak Januari. Pendaftaran harian bahkan melonjak tiga kali lipat sejak November, dengan rekor baru tercatat hampir setiap hari dalam sepekan terakhir.

Sebelum ajang Super Bowl LX, Claude berada di peringkat ke-42 App Store AS. Kini, posisinya telah menembus 10 besar. Selain faktor politik, sejumlah pengguna menilai Claude unggul dalam beberapa aspek teknis, seperti jendela konteks yang lebih luas, gaya penulisan yang fleksibel, serta kemampuan visualisasi data dan fitur artefak yang dinilai lebih canggih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon