ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Klaim Kuasai Langit Iran, AS Targetkan Operasi Militer 6 Pekan

Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:47 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (AP Photo/Julia Nikhinson)

Washington, Beritasatu.com - Pemerintah Amerika Serikat mengeklaim hampir menguasai wilayah udara Iran dalam operasi militer yang sedang berlangsung. Gedung Putih menyebut target utama operasi tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam waktu 4-6 pekan ke depan.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Amerika Serikat berada di jalur yang tepat untuk mengendalikan ruang udara Iran. Langkah tersebut, sebagai bagian dari operasi militer yang dijalankan Washington.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (6/3/2026), Leavitt menyatakan perkembangan di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan. “Amerika Serikat berada di jalur yang jelas menuju pengendalian wilayah udara Iran,” ujar Leavitt, seperti dilansir Reuters.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pemerintah Amerika memperkirakan tujuan militer yang telah ditetapkan Washington dapat dicapai dalam rentang waktu 4-6 pekan.

Selain perkembangan operasi militer, Gedung Putih juga mengungkapkan pemerintah Amerika tengah memantau sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin Iran pada masa depan. Leavitt mengatakan lembaga intelijen Amerika dan pemerintah federal sedang menilai berbagai kemungkinan terkait kepemimpinan baru di Iran.

“Saya tahu ada sejumlah nama yang sedang dipertimbangkan oleh badan intelijen dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak bisa memberikan rincian lebih jauh,” kata Leavitt.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pandangannya mengenai masa depan kepemimpinan Iran dalam sebuah wawancara. Trump menilai Washington perlu terlibat dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya di negara tersebut.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (6/3/2026) itu, Trump juga menyebut pemimpin Iran berikutnya kemungkinan besar bukan putra mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, putra Khamenei disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dapat menggantikan posisi ayahnya setelah sang pemimpin tewas dalam serangan militer pada awal perang. Namun, Trump menilai kemungkinan tersebut kecil terjadi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan Washington tidak hanya fokus pada operasi militer, tetapi juga mulai memperhitungkan dinamika politik di Iran setelah konflik berlangsung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon