ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prajurit Israel Bocorkan Rahasia Iron Dome ke Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel melepaskan tembakan untuk mencegat proyektil di atas Tel Aviv, Sabtu, 14 Juni 2025 dini hari.
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel melepaskan tembakan untuk mencegat proyektil di atas Tel Aviv, Sabtu, 14 Juni 2025 dini hari. (AP/AP)

Tel Aviv, Beritasatu.com –  Otoritas keamanan Israel menangkap seorang prajurit cadangan atas dugaan spionase berat. Prajurit tersebut dituduh mentransfer informasi rahasia mengenai sistem pertahanan udara Iron Dome kepada agen intelijen Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang memanas.

Pejabat Israel pada Jumat (20/3/2026) mengidentifikasi tersangka sebagai Raz Cohen (26). Ia diduga berkomunikasi dengan agen Iran dan menjalankan serangkaian instruksi khusus, termasuk menyerahkan data sensitif militer dengan imbalan materi.

Aktivitas ilegal Cohen terendus oleh Dinas Keamanan Israel (Shin Bet) bersama unit investigasi kejahatan internasional kepolisian. Berdasarkan surat dakwaan, Cohen memulai aksi spionasenya beberapa bulan sebelum pecahnya konflik besar pada 28 Februari 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

Cohen diketahui pernah bertugas di unit yang mengoperasikan sistem Iron Dome. Hal ini membuatnya memiliki akses terhadap detail operasional yang sangat rahasia. Ironisnya, tersangka diduga sadar bahwa ia bekerja untuk pihak musuh dan menerima imbalan sebesar US$ 1.000 (sekitar Rp 15,7 juta) untuk tugas tersebut.

Kini, Cohen menghadapi tuntutan berat berupa membantu musuh di masa perang dan membahayakan keamanan nasional. Di bawah hukum Israel, kejahatan semacam ini dapat diganjar hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati, meskipun vonis maksimal jarang dieksekusi.

"Polisi Israel dan Shin Bet sekali lagi memperingatkan warga agar tidak menghubungi agen dari negara-negara musuh atau pejabat yang tidak dikenal, dan terutama tidak melaksanakan tugas yang diberikan oleh mereka dengan imbalan uang atau alasan lainnya," bunyi pernyataan resmi bersama kedua lembaga tersebut.

Pihak keamanan menegaskan bahwa negara musuh terus berupaya merekrut warga lokal untuk misi spionase, bahkan saat pertempuran sedang berlangsung aktif di lapangan.

Kasus ini mencuat di tengah laporan keberhasilan pertahanan udara Israel. Pada Minggu (22/3/2026), Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengeklaim telah mencegat 92% dari total 400 lebih rudal balistik yang diluncurkan Iran sejak awal konflik.

Sistem pertahanan udara Israel bekerja dalam beberapa lapis:

  • Sistem Arrow: Bertugas mencegat rudal balistik jarak jauh sebelum hulu ledaknya aktif.
  • Iron Dome: Bertugas menghancurkan subamunisi atau roket jarak pendek yang lolos ke area pemukiman.


Meskipun memiliki tingkat keberhasilan tinggi, IDF mengakui bahwa Iron Dome tidak selalu mampu menyapu bersih seluruh subamunisi yang tersebar, terutama jika data koordinat dan teknis sistem tersebut telah bocor ke tangan musuh. Hingga berita ini diturunkan, pihak Teheran belum memberikan komentar resmi terkait penangkapan Raz Cohen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon