AS Tunda Serangan Iran 5 Hari, Teheran Bantah Ada Deal
Senin, 23 Maret 2026 | 22:30 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan memperpanjang tenggat waktu (deadline) lima hari untuk menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik serta infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak mengizinkan pelayaran bebas melalui Selat Hormuz.
Perpanjangan waktu tersebut muncul dengan klaim Trump yang menyebut AS dan Iran telah mengadakan percakapan yang sangat baik dan produktif tentang mengakhiri perang telah berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026) atau sekitar selama tiga pekan terakhir.
“AS dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir,” tulis Trump di akun media sosial resminya, Truth Social.
Trump menambahkan, ia dengan tegas telah menginstruksikan Departemen Perang AS untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung.
Pengumuman Trump ini muncul ketika Uni Emirat Arab melaporkan pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan baru dari Iran, sementara pesawat tempur Israel dan AS terus melakukan serangan intensif terhadap target di berbagai wilayah Iran.
Mengutip laporan The Guardian, Senin (23/3/2026), hingga berita ini diturunkan, klaim Trump belum ditanggapi secara resmi oleh Iran. Kantor berita Fars, yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, membantah adanya komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan AS.
Senada dengan Fars, surat kabar pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), juga melaporkan Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada negosiasi yang terjadi dengan AS.
Sebelumnya, Trump mengeluarkan ultimatum dengan tenggat waktu 48 jam sebelum menyerang infrastruktur energi Iran. Menanggapi hal itu, Iran mengancam menargetkan pembangkit listrik yang memasok pangkalan AS di Timur Tengah, fasilitas penting di negara-negara Teluk, serta akan semakin meningkatkan serangan terhadap Israel.
Fars melaporkan, Trump mundur setelah mendengar peringatan Iran yang menegaskan akan menargetkan seluruh pembangkit listrik di Asia Barat.
Serangan Iran telah menutup jalur Selat Hormuz, yang menjadi rute bagi seperlima distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan ini mengancam krisis ekonomi global, dengan pasar saham anjlok pada Senin (23/3/2026) pagi sebelum pengumuman Trump terkait perpanjangan tenggat waktu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




