ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Beri Persetujuan Penuh Vaksin Covid Moderna untuk Dewasa

Selasa, 1 Februari 2022 | 09:26 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Foto dokumentasi pada 15 Desember 2021, vaksin Moderna Covid-19 menunggu pemberian di klinik vaksinasi di Los Angeles, California, AS.
Foto dokumentasi pada 15 Desember 2021, vaksin Moderna Covid-19 menunggu pemberian di klinik vaksinasi di Los Angeles, California, AS. (AFP/Frederic J. Brown)

Washington, Beritasatu.com- Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat (AS) memberikan persetujuan penuh untuk vaksin Covid-19 Moderna untuk orang berusia 18 tahun ke atas. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (1/2/2022), persetujuan itu menjadikan Moderna sebagai vaksin kedua yang sepenuhnya disetujui untuk Covid-19.

Vaksin Moderna telah disahkan untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat sejak Desember 2020, dan sekarang akan dijual dengan merek Spikevax. Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech menggunakan teknologi serupa menerima persetujuan penuh di Amerika Serikat tahun 2021 untuk orang berusia 16 tahun ke atas setelah juga pertama kali mendapatkan izin darurat.

Hampir 75 juta orang telah menerima vaksin dua dosis Moderna di Amerika Serikat, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Baca Juga: Moderna Mulai Uji Klinis Vaksin Booster Khusus Omicron

ADVERTISEMENT

"Masyarakat dapat diyakinkan bahwa Spikevax memenuhi standar tinggi FDA untuk keamanan, efektivitas, dan kualitas manufaktur yang diperlukan dari setiap vaksin yang disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat," kata Penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock.

Vaksin Moderna diizinkan untuk digunakan di lebih dari 70 negara, termasuk Kanada dan Uni Eropa.

Pada Juni 2021, perusahaan meminta agar vaksinnya diizinkan untuk digunakan pada anak berusia 12 hingga 17 tahun, tetapi FDA belum menanggapi.

Baca Juga: CDC: Vaksin Penguat Pfizer dan Moderna Efektif 90 Persen Lawan Omicron

Baik vaksin Moderna maupun Pfizer-BioNTech telah dikaitkan dengan kasus langka peradangan jantung yang disebut miokarditis, terutama di kalangan pria muda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaksin Moderna lebih mungkin menyebabkan efek samping daripada vaksin Pfizer-BioNTech.

Pada Oktober, Moderna menyatakan FDA sedang mengevaluasi risiko miokarditis setelah vaksinasi dan bahwa tinjauan tersebut menunda otorisasi vaksinnya pada remaja.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

INTERNASIONAL
AS Siapkan Anggaran US$ 1,5 T untuk Perang Drone pada 2027

AS Siapkan Anggaran US$ 1,5 T untuk Perang Drone pada 2027

INTERNASIONAL
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tanda AS Hilang Arah?

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tanda AS Hilang Arah?

INTERNASIONAL
Trump Serang Meloni soal Iran, Hubungan AS-Italia Memanas

Trump Serang Meloni soal Iran, Hubungan AS-Italia Memanas

INTERNASIONAL
Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

INTERNASIONAL
Matt Turner Kembali, Perebutan Posisi Kiper Utama AS Memanas

Matt Turner Kembali, Perebutan Posisi Kiper Utama AS Memanas

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon