ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dua Menlu Berunding, Rusia Ajukan Tuntutan Muskil Bagi Ukraina

Jumat, 11 Maret 2022 | 05:38 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba (tengah) melakukan perundingan di Antalya, Turki, 10 Maret 2022.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba (tengah) melakukan perundingan di Antalya, Turki, 10 Maret 2022. (AFP)

Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba melakukan perundingan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Turki, Kamis (10/3/2022), guna mencari solusi bagi perang yang berkecamuk antara dua negara tersebut.

Kuleba mengatakan pertemuan itu gagal menghasilkan kesepakatan yang signifikan karena Rusia mengajukan tuntutan yang tidak mungkin bisa dipenuhi Ukraina.

Baca Juga: Invasi Rusia, Medvedev dan Sabalenka Suarakan Perdamaian

Menurut Kuleba, sejumlah tuntutan yang diajukan Rusia pada intinya sama seperti meminta Ukraina untuk menyerah.

ADVERTISEMENT

"Saya ingin tegaskan lagi bahwa Ukraina belum, tidak, dan tidak akan pernah menyerah," kata Kuleba. Namun, ia menambahkan bahwa pihaknya siap menggelar perundingan kembali.

Rusia melancarkan invasi ke Ukraina sejak dua pekan lalu dengan dalih "operasi militer khusus" dan mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk membantu dua wilayah di timur Ukraina yang menyatakan kemerdekaan.

Dalam pertemuan itu, Lavrov tidak menawarkan konsesi apa pun dan justru mengulangi tuntutan Rusia agar militer Ukraina dilucuti dan negara itu menerima status netral – tidak merapat ke Uni Eropa atau menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Moskwa masih menunggu jawaban dari Kiev soal tuntutan itu, ujarnya.

Baca Juga: Presiden Zelensky Anggap NATO Takut dan Tidak Siap Menerima Ukraina

Lavrov juga menuduh negara-negara Barat ikut memanaskan situasi dengan memasok senjata bagi Ukraina dan menerapkan sanksi ekonomi dan pengucilan kepada Rusia.

Dia sesumbar bahwa Rusia tidak akan terdampak oleh sanksi Barat dan justru akan makin tangguh dan penuh keyakinan.

"Saya pastikan kepada Anda bahwa kami akan bisa mengatasi ini dan akan melakukan semuanya agar tidak tergantung lagi pada Barat, selamanya, di semua bidang kehidupan kami," imbuhnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menlu Rusia Sebut Inggris Tak Pantas Disebut Britania Raya

Menlu Rusia Sebut Inggris Tak Pantas Disebut Britania Raya

INTERNASIONAL
Wilayah Penaklukan, Rusia Ungkap Greenland Bukan Bagian Alami Denmark

Wilayah Penaklukan, Rusia Ungkap Greenland Bukan Bagian Alami Denmark

INTERNASIONAL
Menlu Rusia: Aksi AS Hancurkan Kredibilitasnya Sendiri di Mata Dunia

Menlu Rusia: Aksi AS Hancurkan Kredibilitasnya Sendiri di Mata Dunia

INTERNASIONAL
Hungaria Pastikan Putin Aman Masuk Negaranya untuk Bertemu Trump

Hungaria Pastikan Putin Aman Masuk Negaranya untuk Bertemu Trump

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon