ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua PBNU Ajak Masyarakat Kenalkan Toleransi Asli Indonesia pada Dunia

Jumat, 1 April 2022 | 11:18 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Suasana Diskusi Moderasi Beragama yang diselenggarakan LPP RRI, Kamis, 31 Maret 2022.
Suasana Diskusi Moderasi Beragama yang diselenggarakan LPP RRI, Kamis, 31 Maret 2022. (Istimewa)

Ia mengatakan, saat ini Indonesia memasuki ruang digital, namun sayangnya beberapa di antaranya justru memanfaatkan ruang digital menjadi kontra narasi.

"Orang kehilangan kebajikan untuk bertanya dan berdialog, lebih kepada mengeluarkan statement yang keras, memang harus dicari rumusnya bersama," ungkapnya.

Untuk mewujudkan itu semua harus ada moderasi agama yang diperkuat dari semua agama yang ada di Indonesia.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmojo mengatakan moderasi agama dilakukan demi tercapainya perdamaian dunia dan hidup dalam kebersamaan.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Besok, RRI Gelar Dialog "Moderasi Beragama"

"Judulnya persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia dan hidup bersama," katanya.

Ia meyakini bahwa proses moderasi agama di Indonesia saat ini sedang berjalan dan terus berjalan.

"Semoga pada waktunya kita memetik buahnya. Jadi semua agama dapat mengajarkan kebaikan dan toleransi kalau dihayati secara benar, karena problemnya kalau tidak dihayati secara benar," katanya.

Menurut Ignatius tantangan moderasi beragama sendiri adalah pada penghayatan iman agama secara benar melalui tokoh-tokoh dari sejumlah komunitas iman.

"Oleh karena itu, tokoh komunitas iman yang sungguh berwibawa dan mendampingi, mencerdaskan komunitas damainya masing-masing dengan penghayatan iman yang benar. Itulah tantangannya untuk moderasi beragama, bahkan itu sudah diberikan indikatornya," jelasnya.

Salah satu upaya agar moderasi agama terus berjalan, semua pihak harus berupaya menciptakan dunia harmonis yang dimulai dari hal yang terkecil, yakni dari diri sendiri, dan keluarga.

Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Xs Budi S Tanuwibowo mengatakan agama Khonghucu memiliki cita-cita utama, yakni menciptakan dunia yang harmonis.

"Itu dapat terwujud dimulai dari yang paling kecil, yaitu dari diri sendiri dan keluarga," katanya.

Lebih jauh Budi menjelaskan, setiap pribadi harus saling menghormati antarsesama manusia agar tercipta kedamaian.

"Setiap orang itu wajib menghormati yang orang tua, agar di masa tuanya bisa hidup tidak kapiran (kepikiran) lah bahasa jawanya. Dan bukan hanya orang tua saja tapi juga harus menghormati yang dituakan dan juga para guru harus dihormati sehingga mereka tidak merasa was-was kalau nanti bagaimana tua," jelas Budi.

Selain dimulai dari keluarga untuk mencapai keamanan dan kenyamanan dalam beragama, manusia di bumi harus menjunjung tinggi persaudaraan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KPK Duga Ketua PBNU Jadi Perantara dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Duga Ketua PBNU Jadi Perantara dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

NASIONAL
Peter Berkowitz Bicara di UI, Publik Pertanyakan Peran Gus Yahya

Peter Berkowitz Bicara di UI, Publik Pertanyakan Peran Gus Yahya

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon