ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua PBNU Ajak Masyarakat Kenalkan Toleransi Asli Indonesia pada Dunia

Jumat, 1 April 2022 | 11:18 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Suasana Diskusi Moderasi Beragama yang diselenggarakan LPP RRI, Kamis, 31 Maret 2022.
Suasana Diskusi Moderasi Beragama yang diselenggarakan LPP RRI, Kamis, 31 Maret 2022. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan jika ingin melihat bangsa Indonesia menyumbangkan sesuatu yang sungguh berarti bagi seluruh peradaban umat manusia, semua pihak harus memperkenalkan, dan mengembangkan warisan harmoni dan toleransi asli Indonesia kepada dunia.

"Pertama-tama kita harus buktikan sendiri bahwa kita kuat untuk memelihara tradisi toleransi dan harmoni itu di antara kita semua," ujar KH Yahya Cholil Staquf dalam diskusi Beranda Nusantara bertajuk "Moderasi Beragama dalam Harmoni Nusantara" di Auditorium Yusuf Ronodipuro RRI Jakarta, Kamis (31/3/2022).

KH Yahya mengatakan, untuk itu kita harus memelihara tradisi toleransi dan harmoni di antara kita semua. Dan meminta generasi muda tidak terpengaruh oleh ajakan dari pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan perbuatan menimbulkan kerusakan.

KH Yahya mengimbau pemuda khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya untuk terus mempraktikkan warisan budaya Nusantara, yakni menjaga harmoni dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

"Jangan mau diajak rusak-rusakan yang akan merusak hidup kalian nanti. Karena masa depan ini milik kalian, kita ini sebentar lagi lewat. Ini masa depan milik kalian, kalian yang harus putuskan macam apa yang akan kalian hidupi nanti," tegas KH Yahya.

Hadir dalam diskusi ini  Uskup Agung Mgr ign Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Walubi S Hartati Murdaya, Ketua Matakin Xueshi Budi Santoso Tanuwibowo dan,  Ketua Umum Parisade Hindu Dharma Indonesia Pusat Wisnu Bawa Tenaya.

Senada dengan KH Yahya, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt Jacky Manuputty mengatakan perkembangan digital atau kemajuan teknologi juga beriringan dengan beredarnya informasi kontra narasi agama. Menurutnya, kontra narasi agama berpotensi mengarah pada perpecahan di Indonesia.

"Saya melihat langsung fenomena sehari yang bikin panas kuping, hati, mata, pertarungan antara beberapa kelompok. Sekarang memang era di mana semua orang bisa tiba-tiba menjadi ahli hanya dengan dua jari," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KPK Duga Ketua PBNU Jadi Perantara dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Duga Ketua PBNU Jadi Perantara dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

NASIONAL
Peter Berkowitz Bicara di UI, Publik Pertanyakan Peran Gus Yahya

Peter Berkowitz Bicara di UI, Publik Pertanyakan Peran Gus Yahya

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon