Marcos Jr Pertahankan Kesinambungan Kebijakan Ekonomi Filipina
Kamis, 26 Mei 2022 | 18:21 WIB
Manila, Beritasatu.com - Presiden terpilih Filipina Ferdinand Marcos Jr memberikan indikasi kuat bahwa ia akan mempertahankan kesinambungan kebijakan ekonomi melalui penunjukkan gubernur bank sentral dan menteri keuangan pada Kamis (26/5/2022) dengan menambahkan wajah-wajah familiar ke kabinetnya.
Marcos Jr mengumumkan kepala bank sentral Benjamin Diokno akan menjadi menteri keuangannya ketika ia menjabat pada 30 Juni, memberi jalan bagi Felipe Medalla, anggota dewan moneter saat ini, untuk mengambil alih sebagai gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas. Keduanya akan ditugaskan untuk mengatasi inflasi dan pengangguran.
Namun, Marcos Jr mewarisi ekonomi yang jauh lebih kuat daripada saat mendiang ayahnya, diktator yang digulingkan dalam pemberontakan "kekuatan rakyat" 1986, dengan stok utang pada tingkat yang dapat dikelola, cadangan devisa pada rekor tertinggi, dan pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang sehat.
Baca Juga: Ferdinand Marcos Jr Dinyatakan Pemenang Pilpres Filipina
"Prioritas pertama akan selalu menjadi ekonomi," kata Marcos Jr (64), dalam sebuah wawancara dengan sekretaris pers barunya yang disiarkan di halaman Facebook-nya.
"Ini masih terkait dengan pekerjaan, kenaikan harga komoditas, beberapa bantuan bagi komunitas bisnis."
Marcos Jr menghadapi tindakan penyeimbangan yang rumit untuk memastikan pemulihan ekonomi Filipina berkelanjutan dan kenaikan inflasi, didorong oleh kenaikan harga beras dan bahan bakar yang sensitif secara politik.
Dia mengulangi janji kampanye untuk memangkas harga beras lebih dari setengah menjadi 20 peso (Rp 5.545) per kg, tetapi dia mengatakan Filipina, salah satu pembeli beras terbesar dunia, harus terus mengimpor untuk memastikan pasokan domestik yang stabil.
Produk domestik bruto tumbuh sebesar 8,3 persen pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, laju tercepat dalam tiga kuartal, tetapi kenaikan suku bunga dapat membebani konsumsi domestik, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan.
Bank sentral Filipina memulai siklus pengetatan moneternya, bulan ini, jauh lebih awal dari yang diperkirakan, untuk membawa inflasi kembali ke dalam kisaran nyamannya. Diokno pada hari Kamis mengatakan bank sentral sedang melihat kenaikan suku bunga 25 basis poin lagi dalam pertemuan Juni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




