Setelah Ular, Lucky Hakim Lepaskan Biawak untuk Basmi Hama Tikus
Senin, 18 Agustus 2025 | 10:42 WIB
Indramayu, Beritasatu.com - Langkah tak biasa dilakukan oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim. Dalam upaya mengendalikan serangan hama tikus yang meresahkan para petani, selain ular dan burung hantu Lucky Hakim juga melepaskan biawak di area persawahan Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kehadiran predator alami seperti ular dan burung hantu dan kini menambah biawak sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Lucky Hakim menjelaskan, populasi tikus di Indramayu meningkat drastis akibat menurunnya jumlah predator alami. Maraknya perburuan liar terhadap ular dan hewan pemangsa lainnya turut memperburuk situasi.
"Saya melepas ular, burung hantu, dan biawak dengan harapan keseimbangan ekosistem bisa kembali. Dulu di Indramayu banyak, tetapi sekarang jumlahnya jauh berkurang," ujar Lucky Hakim kepada wartawan, Senin (18/8/2025).
Ular-ular yang dilepas, jelas Lucky, merupakan ular endemik Jawa yang dibeli dari pengepul di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Cirebon. Beberapa juga berasal dari hasil tangkapan liar yang kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat yang lebih aman dan bermanfaat.
Pelepasan hewan-hewan predator ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian hama berbasis ekosistem, yang menekankan pentingnya rantai makanan alami dalam pertanian.
Dengan mengembalikan predator ke lingkungan sawah, diharapkan populasi tikus bisa ditekan secara alami, tanpa perlu penggunaan racun atau pestisida berlebihan yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan tanah.
“Ular dan hewan lain itu sangat penting untuk menekan populasi tikus,” tambahnya.
Inisiatif ini disambut baik oleh sebagian petani yang sudah lama mengeluhkan gagal panen akibat serangan tikus. Pemerintah daerah berharap metode ini bisa menjadi solusi jangka panjang yang ramah lingkungan dan efektif.
Lucky Hakim juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, serta diikuti oleh edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi memburu hewan-hewan predator yang sebenarnya sangat dibutuhkan dalam sistem pertanian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




