Banjir Rob Terbesar di Subang, Ratusan Rumah Terendam Air 30-60 Cm
Kamis, 4 Desember 2025 | 20:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Wilayah Pesisir Pantura Subang, Jawa Barat, kembali dilanda bencana banjir rob (air pasang laut) dengan skala yang signifikan. Ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter dan terus menggenangi ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Legon Kulon, yakni Desa Mayangan dan Desa Legon Wetan.
Insiden yang terjadi sejak Kamis (4/12/2025) ini tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga merendam perabotan rumah tangga. Yang mengkhawatirkan, banjir pasang kali ini disebut warga sebagai yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, membuat waktu normalisasi air sulit diprediksi.
Warga Memilih Bertahan: Alasan Minimnya Bantuan
Meskipun genangan air rob yang tinggi berisiko, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing dan enggan mengungsi. Alasan utama warga adalah tidak adanya tempat pengungsian yang aman dan minimnya bantuan yang diterima dari pemerintah setempat.
Sarkem, salah seorang warga korban banjir, mengungkapkan kepasrahan atas situasi yang dialaminya.
"Ya rumahnya kebanjiran air masuk dari berbagai sudut, sehingga merendam perabotan rumah tangga, ya pindah ke mana, paling ke saung Ranggon," ujar Sarkem, menyinggung tempat seadanya untuk berlindung.
Warga lain, Tadik, juga memilih untuk tidak mengungsi dengan perhitungan bahwa air akan surut dalam waktu singkat, meskipun kali ini banjir terasa lebih besar.
"Saya tidak mengungsi, karena tinggalnya di sini sih, cari tempat yang lebih tinggi harus biaya lagi, jadi saya bertahan di sini, lagian banjir paling satu sampai dua jam surut lagi," ungkap Tadik.
Harapan Logistik dan Solusi Jangka Panjang
Namun, bagi Tintin, warga korban banjir lainnya, keputusan bertahan juga dilatarbelakangi oleh keterbatasan ekonomi. Ia berharap pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan.
"Sebenarnya mah pengin pindah dari sini, tapi harus gimana lagi tidak ada uang, belum ada bantuan dari pemerintah, ya penginnya pemerintah beri bantuan, banjir mungkin karena ada bangunan tanggul jebol," pungkasnya.
Warga Pesisir Pantura Subang sangat berharap adanya bantuan darurat berupa logistik untuk meringankan beban mereka yang kesulitan beraktivitas di tengah genangan air. Lebih dari itu, mereka mendesak Pemerintah Daerah Subang untuk segera memberikan solusi jangka panjang guna mengatasi banjir rob yang terus melanda, terutama jika dugaan tanggul jebol memang menjadi salah satu pemicu utama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




