ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oknum Komcad Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Santri

Senin, 16 Februari 2026 | 20:00 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Ilustrasi pelecehan seksual.
Ilustrasi pelecehan seksual. (Pixabay/Anemone123)

Bekasi, Beritasatu.com – Seorang oknum komponen cadangan (Komcad) mengaku dari Kolinlamil Jakarta Utara bernama Raden Mas Bayu Purnomo diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santri di bawah umur berinisial Y. Diketahui, berita sebelumnya, pelaku dikabarkan sebagai oknum TNI AL.

Kuasa hukum korban, Advokat Muhammad, mengungkapkan modus operandi yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya. 

"Saya ingin menyampaikan bagaimana cara pelaku, Raden Mas Purnomo, melakukan kejahatan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur," ujar Muhammad melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Senin (16/2/2026).

ADVERTISEMENT

Pelaku diketahui merupakan tetangga dekat Rumah Tahfidz tempat korban belajar. Lembaga pendidikan tersebut mayoritas mengasuh santri yatim piatu yang fokus menghafal Al-Qur'an. 

Menurut Muhammad, ada dua taktik utama yang digunakan pelaku untuk mendekati targetnya.

"Pertama, dia mendekati pengurus, termasuk para ustaz dan ustazah. Kedua, dia melakukan pendekatan langsung kepada para santri," jelasnya. 

Pelaku juga memanfaatkan statusnya yang mengaku sebagai aparat aktif dan berpura-pura menjadi donatur demi mendapatkan kepercayaan penuh dari pengurus Rumah Tahfidz.

Untuk memikat santri yang menjadi sasarannya, pelaku kerap bersandiwara seolah-olah memiliki figur ayah yang penyayang. 

"Dia sering memberikan jajanan dan menunjukkan perhatian layaknya seorang ayah kepada anaknya," tambahnya.

Dari sekian banyak santri, Y menjadi korban yang paling sering diincar. Pelaku kerap mengajak korban bepergian ke mal, makan mewah, hingga membelikan barang-barang mahal seperti ponsel. 

Peristiwa tragis ini bermula saat Y diajak ke sebuah mal oleh pelaku. Di sana, korban dibawa ke area parkir bawah tanah (basement) untuk dicabuli. Berdasarkan pengakuan korban, tindakan asusila tersebut telah terjadi lebih dari 10 kali.

Kecurigaan pihak Rumah Tahfidz muncul setelah melihat adanya perubahan perilaku pada diri Y. Setelah ditelusuri, barulah aksi bejat oknum tersebut terbongkar. 

Di sisi lain, Raden Mas Bayu Purnomo sempat berdalih bahwa tindakannya hanyalah bentuk kasih sayang. 

"Saya peluk dan cium dia karena saya menganggapnya seperti anak sendiri. Saya selalu berusaha melindunginya," ujarnya membela diri.

Ia juga sempat membantah tuduhan bahwa dirinya hanya pergi berduaan dengan korban. Pelaku berdalih selalu mengajak teman lain setiap kali membawa Y keluar. 

"Saya mengajak dia keluar itu selalu ada teman, tidak pernah hanya berdua," ucapnya.

Namun, pertahanan pelaku runtuh setelah Advokat Muhammad membeberkan bukti-bukti kuat yang telah dikantongi tim hukum. 

"Anda tidak usah berbohong, karena kami sudah memiliki banyak bukti, mulai dari rekaman CCTV mal hingga tangkapan layar percakapan Anda dengan korban. Kami sudah bekerja sama dengan pihak mal tempat Anda beraksi," tegas Muhammad kepada pelaku.

Mendengar bukti nyata tersebut, oknum itu akhirnya tidak bisa mengelak lagi. Ia mengakui telah melakukan tindakan asusila di dalam mobil. 

"Kalau soal itu (tindakan asusila) benar. Saya akui itu dilakukan lebih dari 10 kali di dalam mobil," ungkapnya.

Lebih lanjut, oknum yang dikabarkan sedang dalam proses desersi ini juga mengakui adanya tindakan pelecehan seksual lainnya yang dipaksakan kepada korban. 

Meski membantah melakukan penetrasi, ia membenarkan adanya pemaksaan seksual bentuk lain. 

"Saya pastikan (penetrasi) tidak benar, demi Allah. Namun, kalau sebaliknya (korban dipaksa melakukan kepadanya) iya benar, saya paksa anak itu. Saya khilaf," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lecehkan Anak Kecil, Pedagang Rujak Ditangkap Warga di Kebon Jeruk

Lecehkan Anak Kecil, Pedagang Rujak Ditangkap Warga di Kebon Jeruk

JAKARTA
Polisi Masih Telusuri Keberadaan Syekh Ahmad Al-Misry

Polisi Masih Telusuri Keberadaan Syekh Ahmad Al-Misry

LIFESTYLE
Kampus UNU Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dosen

Kampus UNU Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dosen

JAWA TIMUR
Syekh Ahmad Al-Misry Masih Berstatus WNI

Syekh Ahmad Al-Misry Masih Berstatus WNI

LIFESTYLE
Korban Pelecehan Seksual Ponpes Ndolo Kusumo Pati Bertambah

Korban Pelecehan Seksual Ponpes Ndolo Kusumo Pati Bertambah

JAWA TENGAH
Pimpinan Ponpes di Jepara Ditahan dalam Kasus Dugaan Pencabulan

Pimpinan Ponpes di Jepara Ditahan dalam Kasus Dugaan Pencabulan

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon