Oknum Komcad Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Santri
Senin, 16 Februari 2026 | 20:00 WIB
Bekasi, Beritasatu.com – Seorang oknum komponen cadangan (Komcad) mengaku dari Kolinlamil Jakarta Utara bernama Raden Mas Bayu Purnomo diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santri di bawah umur berinisial Y. Diketahui, berita sebelumnya, pelaku dikabarkan sebagai oknum TNI AL.
Kuasa hukum korban, Advokat Muhammad, mengungkapkan modus operandi yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya.
"Saya ingin menyampaikan bagaimana cara pelaku, Raden Mas Purnomo, melakukan kejahatan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur," ujar Muhammad melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Senin (16/2/2026).
Pelaku diketahui merupakan tetangga dekat Rumah Tahfidz tempat korban belajar. Lembaga pendidikan tersebut mayoritas mengasuh santri yatim piatu yang fokus menghafal Al-Qur'an.
Menurut Muhammad, ada dua taktik utama yang digunakan pelaku untuk mendekati targetnya.
"Pertama, dia mendekati pengurus, termasuk para ustaz dan ustazah. Kedua, dia melakukan pendekatan langsung kepada para santri," jelasnya.
Pelaku juga memanfaatkan statusnya yang mengaku sebagai aparat aktif dan berpura-pura menjadi donatur demi mendapatkan kepercayaan penuh dari pengurus Rumah Tahfidz.
Untuk memikat santri yang menjadi sasarannya, pelaku kerap bersandiwara seolah-olah memiliki figur ayah yang penyayang.
"Dia sering memberikan jajanan dan menunjukkan perhatian layaknya seorang ayah kepada anaknya," tambahnya.
Dari sekian banyak santri, Y menjadi korban yang paling sering diincar. Pelaku kerap mengajak korban bepergian ke mal, makan mewah, hingga membelikan barang-barang mahal seperti ponsel.
Peristiwa tragis ini bermula saat Y diajak ke sebuah mal oleh pelaku. Di sana, korban dibawa ke area parkir bawah tanah (basement) untuk dicabuli. Berdasarkan pengakuan korban, tindakan asusila tersebut telah terjadi lebih dari 10 kali.
Kecurigaan pihak Rumah Tahfidz muncul setelah melihat adanya perubahan perilaku pada diri Y. Setelah ditelusuri, barulah aksi bejat oknum tersebut terbongkar.
Di sisi lain, Raden Mas Bayu Purnomo sempat berdalih bahwa tindakannya hanyalah bentuk kasih sayang.
"Saya peluk dan cium dia karena saya menganggapnya seperti anak sendiri. Saya selalu berusaha melindunginya," ujarnya membela diri.
Ia juga sempat membantah tuduhan bahwa dirinya hanya pergi berduaan dengan korban. Pelaku berdalih selalu mengajak teman lain setiap kali membawa Y keluar.
"Saya mengajak dia keluar itu selalu ada teman, tidak pernah hanya berdua," ucapnya.
Namun, pertahanan pelaku runtuh setelah Advokat Muhammad membeberkan bukti-bukti kuat yang telah dikantongi tim hukum.
"Anda tidak usah berbohong, karena kami sudah memiliki banyak bukti, mulai dari rekaman CCTV mal hingga tangkapan layar percakapan Anda dengan korban. Kami sudah bekerja sama dengan pihak mal tempat Anda beraksi," tegas Muhammad kepada pelaku.
Mendengar bukti nyata tersebut, oknum itu akhirnya tidak bisa mengelak lagi. Ia mengakui telah melakukan tindakan asusila di dalam mobil.
"Kalau soal itu (tindakan asusila) benar. Saya akui itu dilakukan lebih dari 10 kali di dalam mobil," ungkapnya.
Lebih lanjut, oknum yang dikabarkan sedang dalam proses desersi ini juga mengakui adanya tindakan pelecehan seksual lainnya yang dipaksakan kepada korban.
Meski membantah melakukan penetrasi, ia membenarkan adanya pemaksaan seksual bentuk lain.
"Saya pastikan (penetrasi) tidak benar, demi Allah. Namun, kalau sebaliknya (korban dipaksa melakukan kepadanya) iya benar, saya paksa anak itu. Saya khilaf," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




