Perajin Tempe di Purwakarta Keluhkan Harga Kedelai dan Plastik Naik
Kamis, 9 April 2026 | 07:22 WIB
Purwakarta, Beritasatu.com — Kenaikan harga bahan baku kembali menjadi beban bagi para perajin tempe di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rabu (8/4/2026), para pelaku usaha kecil mengaku harus mencari cara agar produksi tetap berjalan di tengah lonjakan biaya.
Salah satu perajin tempe, Sujoyo (55), yang menjalankan usaha di Jalan Kampung Lodaya, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, mengatakan kenaikan paling terasa terjadi pada harga plastik pembungkus dan kedelai.
Menurut Sujoyo, harga plastik yang sebelumnya sekitar Rp 33.000 kini melonjak menjadi Rp 55.000. Sementara harga kedelai juga naik dari Rp 9.000 menjadi hampir Rp 11.000 per kilogram.
“Yang saya rasakan harga bahan baku yang paling melonjak adalah plastik dan kedelai,” ujar Sujoyo.
Agar usaha tetap bertahan, ia bersama perajin lain memilih tidak menaikkan harga jual tempe. Sebagai gantinya, ukuran produk dikurangi supaya biaya produksi tetap tertutupi.
“Kalau harga dinaikkan, warung dan masyarakat juga keberatan. Jadi kami siasati dengan mengurangi ukuran. Misalnya yang tadinya 4 ons, sekarang jadi 3,5 ons. Timbangan juga dikurangi sedikit supaya tidak rugi, tapi harga masih sama Rp 4.000,” ucapnya.
Ia menjelaskan langkah tersebut terpaksa diambil agar usaha tetap berjalan, sekaligus menjaga pemasukan untuk kebutuhan keluarga dan pembayaran upah pekerja.
“Keuntungan kami memang tidak besar, yang penting cukup untuk keluarga dan karyawan. Tapi tetap saja sekarang terasa berat,” katanya.
Sujoyo mengaku belum mengetahui pasti penyebab kenaikan harga bahan baku yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Namun ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil, terutama perajin tempe dan tahu yang kini menghadapi tekanan biaya produksi.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah bagi usaha kecil seperti perajin tempe, terutama soal harga bahan baku,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




