WFH ASN Bekasi Wajib Pakai Bahasa Inggris, Ini Alasannya
Jumat, 17 April 2026 | 14:43 WIB
Bekasi, Beritasatu.com – Pemerintah Kota Bekasi mulai menerapkan penggunaan bahasa Inggris bagi aparatur sipil negara (ASN) selama pelaksanaan work from home (WFH). Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mendorong Bekasi menjadi kota bertaraf internasional.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, selama WFH seluruh ASN tetap diwajibkan siaga dan melaporkan kinerja secara berkala kepada pimpinan.
“WFH itu para kepala OPD memastikan seluruh jajaran hingga staf tetap stand by,” ujar Tri, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, setiap hari ASN harus melaporkan aktivitas kerja sejak pagi hingga sore. Pimpinan memberikan arahan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan pelaporan hasil kerja pada sore hari.
“Mereka harus laporan pagi, siang, sore. Arahan diberikan di pagi hari, lalu hasilnya dievaluasi di sore hari,” katanya.
Dalam implementasinya, Pemkot Bekasi mulai menerapkan instruksi kerja menggunakan bahasa Inggris melalui program One Day English.
“Namun sekarang kita coba perintahnya dalam bahasa Inggris, one day English,” tegas Tri.
Seluruh laporan kinerja ASN nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem elektronik kinerja (E-Kin) untuk memastikan kesesuaian antara tugas dan pelaksanaan.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, ASN diminta merekam aktivitas kerja selama WFH. Rekaman tersebut akan dievaluasi oleh atasan langsung melalui jalur struktural organisasi.
“Rekaman itu harus diserahkan ke masing-masing atasan. Nanti akan dikumpulkan dan dievaluasi,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga melibatkan pihak universitas sebagai penilai eksternal dalam implementasi program tersebut.
Tri menegaskan penggunaan bahasa Inggris menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Bekasi di tingkat global.
Menurutnya, Bekasi terus membuka kerja sama internasional dan menarik investasi asing, termasuk dari Tiongkok serta sejumlah kota mitra di luar negeri.
“Kita ingin menjadi kota internasional. Artinya akan semakin banyak orang dari luar datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama global tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi daerah.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Bekasi berharap ASN mampu beradaptasi dengan kebutuhan global sekaligus mendukung transformasi kota menuju standar internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




