Massa Perusuh May Day di Bandung Bubar, Kapolda: Mereka Bukan Pendemo
Jumat, 1 Mei 2026 | 23:20 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Situasi di kawasan Simpang Dago, Kota Bandung, Jawa Barat telah kondusif setelah terjadi kericuhan dilakukan sekelompok massa berpakaian serbahitam di tengah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026) malam.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah telah mengendalikan keadaan.
"Malam ini situasi sudah terkendali. Kelompok pelaku tindak pidana, atau yang saya sebut sebagai kelompok kriminal dari kelompok tertentu, telah membubarkan diri," ujar Rudi Setiawan kepada awak media di Simpang Dago.
Ia menjelaskan, kericuhan dipicu massa tidak dikenal yang muncul pada sore hari. Padahal, aksi Hari Buruh sebelumnya berlangsung damai.
Data kepolisian menunjukkan mayoritas buruh di Jawa Barat mengikuti peringatan May Day di Jakarta bersama Presiden Prabowo Subianto. Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat juga telah selesai dengan tertib.
"Sore hari muncul sekelompok orang tidak dikenal menggunakan baju hitam dan penutup muka. Mereka membawa bom molotov, bensin, hingga alat pemukul. Mereka bukan melakukan unjuk rasa, melainkan perusakan," ungkapnya.
Kelompok tersebut mengabaikan imbauan aparat untuk membubarkan diri dan melakukan perusakan di sejumlah titik. Sasaran meliputi videotron, CCTV milik pemerintah daerah, lampu lalu lintas, pos polisi, serta melakukan sweeping terhadap pengguna jalan.
Polda Jawa Barat menegaskan tidak akan menoleransi tindakan tersebut. Pelaku terancam dijerat Pasal 258 KUHP terkait perusakan fasilitas umum dengan ancaman pidana hingga lima tahun penjara.
"Langkah penegakan hukum sudah kami ambil. Beberapa orang telah kami amankan. Namun, jumlah pastinya masih dalam proses pendataan. Kami memiliki bukti kuat terkait apa yang mereka persiapkan dan lakukan," tegasnya.
Personel gabungan dari Polda Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Kodam III/Siliwangi masih disiagakan di sejumlah titik rawan untuk menjaga keamanan.
"Kami berkewajiban memberikan perlindungan kepada warga Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Kami pastikan kelompok kriminal yang membahayakan petugas dan masyarakat ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkas Irjen Pol. Rudi Setiawan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Yang terbakar pos polisi, satu kios dan baliho. Kita luncurkan tiga unit (mobil damkar). (Kondisi sudah) lancar dan terkendali," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




