Longsor di Ciamis Rusak Rumah dan Musala, 25 Warga Mengungsi
Rabu, 13 Mei 2026 | 07:25 WIB
Ciamis, Beritasatu.com - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu bencana tanah longsor di Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat dan puluhan warga terpaksa mengungsi.
Peristiwa longsor terjadi pada Selasa (12/5/2026) setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari. Material tanah yang longsor menerjang permukiman warga dan fasilitas umum di sekitar lokasi.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya enam rumah warga dan satu bangunan musala terdampak longsor. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah sehingga tidak lagi layak dihuni karena kondisi bangunan yang sudah tidak stabil.
Salah seorang warga terdampak, Dede Kartini, mengatakan longsor bermula ketika saluran irigasi di bagian atas permukiman meluap akibat tingginya debit air. Air kemudian menggerus tebing hingga material longsor menghantam rumah warga.
"Hujannya kemarin sore menjelang magrib itu deras sekali. Kemudian, beberapa jam setelah itu sudah masuk air lumpur ke dapur dan disambung suara gemuruh air, kami yang berada di rumah panik dan langsung melarikan diri. Rumah saya yang di atas itu tertimbun," ungkap Dede Kartini.
Sementara itu, Camat Cihaurbeuti Enok Kursilah mengatakan sebanyak delapan keluarga atau sekitar 25 jiwa kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk menghindari potensi longsor susulan.
Menurut Enok, pemerintah kecamatan bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat masih melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk membersihkan material longsor yang menutup area permukiman.
"Kami pemerintah kecamatan sudah melaporkan peristiwa ini kepada intansi terkait dan sampai saat ini masih dalam penanggulangan di lokasi," kata Enok Kursilah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di Ciamis tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat kerusakan rumah dan fasilitas warga.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan tebing dan perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, curah hujan di wilayah Kabupaten Ciamis dan sejumlah daerah di Jawa Barat masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




