ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Uniknya Masjid Al Mahdi Magelang: Perpaduan Islam dan Budaya Tionghoa

Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:30 WIB
PS
H
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: HE
Masjid Al Mahdi di Magelang sekilas tampak seperti kelenteng dengan warna merah mencolok.
Masjid Al Mahdi di Magelang sekilas tampak seperti kelenteng dengan warna merah mencolok. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)

Magelang, Beritasatu.com – Di Kota Magelang, Jawa Tengah, terdapat sebuah masjid yang begitu unik dengan desain yang berbeda dari masjid pada umumnya. Masjid Al Mahdi yang terletak di kompleks perumahan Armada Estate, Magelang, sekilas tampak seperti kelenteng dengan warna merah mencolok, genting khas Tionghoa, serta lampion bertuliskan Asmaul Husna yang menggantung di beberapa sudut.

Namun, di balik keunikannya, masjid ini menyimpan kisah mendalam tentang keberagaman dan perjalanan spiritual seorang mualaf bernama Kwee Giok Yong, yang kini dikenal sebagai Mahdi.

Masjid Al Mahdi berdiri di atas tanah seluas 290 meter persegi dengan ukuran bangunan 9,5 x 10,5 meter. Didirikan pada 2016, masjid ini mampu menampung sekitar 110 jemaah. Bentuk arsitektur yang menyerupai kelenteng bukan tanpa alasan. Mahdi ingin menunjukkan bahwa Islam telah lama berkembang di Tiongkok, dan banyak masjid di sana memiliki arsitektur serupa.

ADVERTISEMENT

"Dengan bentuk seperti ini, saya ingin masyarakat memahami bahwa di China juga banyak masjid. Karena dalam hukum fikih, tidak ada syarat khusus terkait model bangunan masjid. Yang penting, masjid itu diwakafkan dan digunakan untuk ibadah," ujar Mahdi, Jumat (7/3/2025).

Ia juga menambahkan, masjid-masjid di berbagai negara biasanya menyesuaikan dengan kearifan lokal.

"Di Timur Tengah banyak masjid berbentuk kotak, di Turki masjid memiliki banyak kubah, sedangkan di Indonesia banyak masjid berbentuk rumah panggung. Saya ingin Masjid Al Mahdi tetap mencerminkan asal leluhur saya," katanya.

Perjalanan spiritual Mahdi dimulai sejak usia 10 tahun, saat ia mendapatkan hidayah dan memutuskan memeluk Islam. Perjalanan keimanannya semakin mendalam setelah berguru kepada Habib Muhammad bin Hasan Alaydrus.

Setelah banyak belajar tentang Islam, ia merasa terpanggil untuk membangun masjid sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap leluhurnya.

Memasuki bulan suci Ramadan 2025, Masjid Al Mahdi di Magelang semakin ramai dengan berbagai aktivitas keagamaan. Selain salat lima waktu, masjid ini mengadakan kuliah subuh, pengajian siang, serta tadarus Al-Qur'an yang berlangsung hingga malam hari.

Tidak hanya warga sekitar, masjid ini juga menjadi destinasi bagi masyarakat dari luar kota yang ingin merasakan suasana ibadah di tempat unik ini.

Salah seorang jamaah asal Solo, Rofiq, mengaku tertarik dengan keunikan arsitektur masjid ini.

"Saya sering datang ke sini, selain karena dekat, masjid ini juga unik. Baru pertama kali saya melihat masjid dengan arsitektur Tiongkok dan lampion di dalamnya," ujarnya.

Masjid Al Mahdi di Magelang bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol harmoni antara budaya dan agama. Dengan keberadaannya, masjid ini membuktikan bahwa Islam dapat berkembang dalam berbagai bentuk dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT