ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Iduladha, Lalu Lintas Ternak di Pasar Hewan Ambarawa Diperketat

Selasa, 27 Mei 2025 | 10:12 WIB
HU
JS
Penulis: Hanes Walda Mufti Utomo | Editor: JAS
Petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang memeriksa hewan ternak pada Selasa, 27 Mei 2025, menjelang Iduladha, .
Petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang memeriksa hewan ternak pada Selasa, 27 Mei 2025, menjelang Iduladha, . (Beritasatu.com/Hanes Walda Mufti Utomo)

Semarang, Beritasatu.com — Menjelang perayaan Iduladha 2025, aktivitas di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mulai meningkat seiring dengan lonjakan transaksi hewan kurban. 

Untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Ambarawa menerapkan pemeriksaan ketat terhadap hewan sebelum diizinkan masuk ke area pasar.

Petugas dari UPTD telah menyiagakan tenaga medis dan paramedis di lokasi Pasar Hewan Ambarawa. Setiap hewan, terutama sapi, diperiksa secara menyeluruh. Jika ditemukan gejala penyakit mulut dan kuku (PMK), hewan tersebut langsung dipulangkan. Hewan dengan kondisi sakit ringan pun tidak diperbolehkan masuk demi menjaga standar kesehatan dan mencegah potensi penularan penyakit.

ADVERTISEMENT

Kepala UPTD Puskeswan, Rumah Potong Hewan (RPH), dan Pasar Hewan Ambarawa, Muhammad Hidayat, mengungkapkan bahwa sistem pemeriksaan dilakukan berlapis untuk memastikan hewan yang masuk benar-benar sehat.

“Kami melakukan pemeriksaan ketat. Filter pertama dilakukan di pintu masuk oleh empat orang tenaga medis dan paramedis. Selanjutnya, filter kedua dilakukan oleh lima petugas retribusi. Ini kami lakukan agar hewan yang masuk ke pasar benar-benar dalam kondisi sehat,” ujar Hidayat kepada Beritasatu.com, Selasa (27/5/2025).

“Jika ada sapi yang terindikasi PMK, langsung kami keluarkan dari pasar. Untuk hewan yang sakit ringan, hanya diperbolehkan berhenti di luar dan tidak boleh masuk ke area pasar. Hari ini kami temukan satu ekor sapi yang sakit,” tambahnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keamanan dan kesehatan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat saat Iduladha.

Sementara itu, salah satu pedagang sapi, Winarno, mengaku bahwa kondisi pasar tahun ini cenderung sepi. Ia menilai daya beli masyarakat menurun akibat faktor ekonomi dan kekhawatiran pascawabah PMK.

“Sekarang agak sepi, mungkin karena masih ada kekhawatiran setelah kasus PMK kemarin. Biasanya saya ke pasar bareng tiga sampai empat kelompok peternak, tetapi sekarang datang sendiri karena pembelinya sepi,” ujar Winarno.

Pihak UPTD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan hewan kurban yang dibeli termasuk di Pasar Hewan Ambarawa berada dalam kondisi sehat serta dilengkapi sertifikat kesehatan resmi dari dinas terkait.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT