TNI: Penanganan Erupsi Semeru Terkoordinasi demi Keselamatan Warga
Minggu, 23 November 2025 | 16:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - TNI memastikan upaya penanggulangan dampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur terus diperkuat. Hal itu dilakukan melalui langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi bersama pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya.
Pada Sabtu (22/11/2025), jajaran Korem 083/Baladhika Jaya dan Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan aman dan sesuai kebutuhan warga terdampak.
Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, menegaskan TNI akan selalu hadir untuk masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. “Sejak erupsi terjadi, kami langsung bergerak membantu evakuasi, pengamanan jalur, dan memastikan bantuan sampai ke masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Minggu (23/11/2025).
Salah satu lokasi utama yang ditinjau adalah SD Negeri 04 Supiturang, yang menjadi lokasi pengungsian warga. Di lokasi ini, TNI bersama instansi terkait memastikan layanan kesehatan, pemenuhan logistik, perlindungan kelompok rentan, serta kesiapan fasilitas pengungsian berjalan optimal.
Personel juga membantu pengamanan wilayah sekitar, mobilitas warga, dan penataan jalur evakuasi untuk memastikan proses penyelamatan tetap lancar.
Sebagai wujud dukungan kemanusiaan, TNI telah menyalurkan 19 item bantuan, mulai dari selimut, kebutuhan balita, pakaian anak, perlengkapan mandi, hingga sembako dan kebutuhan dasar lainnya.
Selain pos pengungsian, rombongan TNI meninjau wilayah yang paling berat terdampak erupsi, yaitu Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. Kondisi rumah warga, sebaran material vulkanik, jalur evakuasi, dan infrastruktur dasar menjadi fokus utama asesmen untuk menentukan langkah penguatan penanganan pascabencana.
TNI menegaskan penanganan bencana membutuhkan tindakan cepat, tetapi penuh empati. Keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan menjadi prioritas utama di lapangan. Prajurit juga terus disiagakan mengingat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada tingkat kewaspadaan tinggi.
TNI menyebut sinergisitas antarinstansi merupakan kunci keberhasilan penanganan bencana. Dalam operasi kemanusiaan ini, TNI bekerja bersama BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan unsur masyarakat untuk mempercepat pemulihan serta memastikan setiap langkah berjalan aman dan manusiawi.
Dengan kolaborasi kuat dan dukungan penuh di lapangan, TNI berharap penanganan dampak erupsi Semeru dapat berlangsung cepat, tepat sasaran, dan memberikan perlindungan terbaik bagi warga Lumajang.
Badan Geologi Kementerian ESDM sebelumnya melaporkan erupsi Gunung Semeru terjadi pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter dan luncuran awan panas hingga tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 16 menit 40 detik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




