Merapi Status Siaga: 13 Kali Guguran Lava Meluncur 1.800 Meter
Selasa, 17 Februari 2026 | 09:52 WIB
Sleman, Beritasatu.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan. Dalam periode pengamatan Selasa (17/2/2026) pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat sebanyak 13 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak gunung.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, mengungkapkan bahwa guguran lava tersebut memiliki jarak luncur maksimum hingga 1.800 meter (1,8 km) ke arah barat daya.
Berdasarkan data teknis, material vulkanik tersebut mengarah ke hulu sungai-sungai utama di lereng Merapi.
“Teramati 13 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Selasa pagi.
Selain aktivitas visual, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intensif, meliputi:
- 22 gempa guguran (Amplitudo 2–11 mm, durasi hingga 146,84 detik).
- 20 gempa hybrid/fase banyak.
- 2 gempa vulkanik dangkal.
- 2 gempa tektonik jauh.
Secara visual, puncak Merapi tampak jelas meski terkadang tertutup kabut tipis. Suhu udara di sekitar puncak tercatat berada di angka 19,9–20,3 derajat celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 95%.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). BPPTKG memperingatkan adanya potensi bahaya sisa suplai magma yang masih berlangsung, yang dapat memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.
Rekomendasi Zona Bahaya:
- Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maks. 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maks. 7 km).
- Sektor Tenggara: Sungai Woro (maks. 3 km) dan Sungai Gendol (maks. 5 km).
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan. Selain itu, warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi banjir lahar dingin dan gangguan abu vulkanik, terutama jika terjadi hujan deras di area puncak Merapi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




