ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Efek Perang Iran vs AS, Tempe Buatan Perajin di Jepara Menciut

Jumat, 3 April 2026 | 16:54 WIB
AI
MA
Penulis: Achmat Ikhsan | Editor: MA
Kenaikan harga kedelai impor imbas perang Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai dirasakan perajin tempe rumahan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kenaikan harga kedelai impor imbas perang Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai dirasakan perajin tempe rumahan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (Beritasatu.com/Achmat Ikhsan)

Jepara, Beritasatu.com – Kenaikan harga kedelai impor imbas perang Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai dirasakan perajin tempe rumahan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Lonjakan harga ini memaksa mereka menyiasati situasi dengan memperkecil ukuran tempe yang diproduksi.

Nursanto (40), perajin tempe asal Desa Pecangaan Wetan, Kecamatan Pecangaan, menjelaskan harga kedelai kini mencapai Rp 11.000 per kilogram, naik dari Rp 8.600 per kilogram saat momen Lebaran lalu.

"Harga kedelai naiknya sangat cepat sekali, sekarang harganya Rp 11.000 per kilogram, sebelumnya Rp 8.600 per kilogram. Kenaikan ini sebelum Lebaran," ujar Nursanto, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Nursanto menduga konflik global, termasuk perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan harga bahan baku. Ia berharap konflik segera berakhir dan pemerintah dapat menstabilkan harga kedelai agar industri tempe rumahan kembali normal.

“Infonya sih efek dari konflik di Timur Tengah,” ucapnya.

Dalam sehari, Nursanto bersama empat karyawannya mampu mengolah tiga kuintal kedelai menjadi tempe. Ia memilih kedelai impor dari AS karena kualitasnya baik, meski harganya melonjak, bahan baku tetap tersedia di pasaran.

Tidak hanya kedelai, bahan pendukung seperti plastik pembungkus juga mengalami kenaikan tajam. Plastik yang sebelumnya Rp 36.000 per kilogram kini menembus Rp 70.000 per kilogram, diduga karena ketergantungan pada bahan baku impor.

Menanggapi lonjakan biaya produksi, Nursanto memilih untuk tidak menaikkan harga tempe, tetapi memperkecil ukurannya agar tetap terjangkau bagi konsumen.

“Mungkin ukuran tempe diperkecil. Tetapi kalau yang lain naik pada naik, bisa juga harga naik. Yang jelas kalau keadaan kayak gini produksi juga bisa turun karena ukuran tempe nyusut,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Perang Iran vs AS Bikin Perajin Tempe di Jawa Timur Tertekan

Dampak Perang Iran vs AS Bikin Perajin Tempe di Jawa Timur Tertekan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon