Kasus Daycare Little Aresha, Trauma Orang Tua Harus Dipulihkan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 16:55 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com – Pendampingan psikologis bagi anak korban dugaan penganiayaan dan penelantaran di daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, dinilai harus dilakukan secara menyeluruh. Psikolog menilai, pendampingan tidak hanya berfokus pada anak-anak sebagai korban, tetapi kondisi mental orang tua juga perlu mendapat perhatian serius agar proses pemulihan trauma dapat berjalan optimal.
Ketua Kolegium Psikologi Klinis Indonesia, Indria Laksmi Gamayanti, menegaskan luka psikologis yang dialami orang tua pascakasus ini tidak boleh dianggap sepele. Gamayanti mengatakan, kestabilan emosi orang tua memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pemulihan trauma psikis anak.
Ia menilai, orang tua korban juga perlu mendapatkan pendampingan psikologis klinis agar mampu mengelola emosi dan mendampingi anak dalam proses penyembuhan secara tepat.
"Saya usulkan memang perlu ada assessment atau pemeriksaan tidak hanya pada anak-anak tetapi juga pada orang tua,” ujar Gamayanti, Sabtu (2/5/2026).
“Kemudian ada edukasi pada orang tua bagaimana cara mereka mengelola dirinya sendiri dahulu karena tidak bisa dipungkiri ya orang tua itu kan ya marah, sedih, kecewa, ada perasaan bersalah yang luar biasa," lanjutnya.
Gamayanti menjelaskan, setelah kasus ini terungkap, sangat mungkin para orang tua mengalami guncangan mental. Mental terguncang tersebut muncul dalam bentuk kemarahan, kesedihan, kekecewaan, hingga rasa bersalah yang mendalam. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan emosi menjadi langkah penting agar mereka dapat kembali stabil secara mental sebelum mendampingi anak menjalani terapi.
Selain pendampingan terhadap orang tua, Gamayanti menekankan pentingnya penanganan psikologis yang komprehensif bagi anak-anak korban. Pemeriksaan menyeluruh dan terapi psikologis yang mendalam diperlukan untuk meminimalkan dampak adverse childhood experiences atau pengalaman traumatis masa kecil yang berpotensi membekas hingga dewasa.
"Saya kira pendidikan pada orang tua sangat penting. Lalu pemeriksaan pada anak yang komprehensif dan juga melakukan terapi psikologis yang mendalam," pungkas Gamayanti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




