ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Potensi Aren Jepara Mampu Hasilkan Rp 13 Juta Per Hari

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:47 WIB
AI
BW
Penulis: Achmat Ikhsan | Editor: BW
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri program “Bupati Ngantor di Desa” di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Selasa 12 Mei 2026.
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri program “Bupati Ngantor di Desa” di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Selasa 12 Mei 2026. (Beritasatu.com/Achmat Ikhsan)

Jepara, Beritasatu.com - Potensi perkebunan aren di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Salah satu wilayah yang mulai dikembangkan sebagai sentra produksi gula aren berada di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri program “Bupati Ngantor di Desa” di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Selasa (12/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Witiarso bersama jajaran Forkopimda meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati Tanjung. Sebelum kegiatan dimulai, bupati juga melakukan penanaman pohon aren dan mencoba nira hasil sadapan warga setempat.

Menurut Witiarso Utomo, Kecamatan Pakis Aji memiliki sejumlah potensi strategis yang akan dikembangkan secara bertahap sebagai kawasan wisata sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jepara.

ADVERTISEMENT

“Untuk Kecamatan Pakis Aji kita ada beberapa potensi seperti Pandan Arum yang nantinya akan dijadikan ikon. Ke depan secara bertahap menjadi sentra pariwisata dan sentra perekonomian,” ujar Witiarso Utomo.

Selain sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Jepara juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di kawasan tersebut, seperti sekolah rakyat, SPPG, Sirkuit Rakashima hingga gudang Bulog.

Sementara itu, Desa Tanjung dinilai memiliki potensi besar di sektor perkebunan aren. Saat ini terdapat sekitar 329 pohon aren produktif yang mampu menghasilkan ribuan liter nira setiap hari.

Witiarso menjelaskan, setiap pohon aren dapat memproduksi sekitar 10 liter nira per hari. Pemerintah daerah pun telah memberikan sejumlah peralatan penunjang guna membantu masyarakat memaksimalkan pengolahan hasil aren.

“Sedangkan Desa Tanjung itu banyak pohon aren yang bisa dimanfaatkan. Satu pohon bisa menghasilkan sekitar 10 liter nira. Ada 329 pohon produktif dan kita berikan peralatan penunjang untuk memaksimalkan olahannya,” katanya.

Ia menyebutkan total potensi produksi nira dari ratusan pohon tersebut mencapai sekitar 3.290 liter per hari. Namun, hingga kini kapasitas pengolahan masih terbatas sehingga baru sebagian kecil yang dapat diolah menjadi gula aren.

“Kita melihat potensi yang belum dimanfaatkan. Sehari baru mengolah sekitar 560 liter,” jelasnya.

Jika seluruh hasil nira mampu diolah secara optimal, Desa Tanjung diperkirakan bisa menghasilkan sekitar 329 kilogram gula aren setiap hari. Dengan harga pasar sekitar Rp 40.000 per kilogram, potensi omzet masyarakat dapat mencapai sekitar Rp 13 juta per hari.

“Kalau seluruh potensi itu dikelola dengan baik, sehari bisa menghasilkan sekitar 329 kilogram gula aren. Dengan harga pasar saat ini sekitar Rp 40.000 per kilogram, maka omzetnya bisa mencapai sekitar Rp 13 juta per hari,” terang Witiarso.

Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen mendukung pengembangan sektor aren melalui bantuan sarana dan prasarana panen maupun produksi agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Ini nilai yang sangat besar dan bukan angan-angan. Nah kesenjangan itu akan dibantu melalui bantuan sarpras panen maupun produksi,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon