ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Okupansi Hotel Malang Masih Lesu Saat Libur Panjang Iduladha 2025

Kamis, 12 Juni 2025 | 07:00 WIB
PS
HH
Penulis: Putu Ayu Pratama Sugiyo | Editor: HP
Okupansi eL Hotel Malang, Jawa Timur, masih rendah selama liburan Iduladha 2025.
Okupansi eL Hotel Malang, Jawa Timur, masih rendah selama liburan Iduladha 2025. (Beritasatu.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

Malang, Beritasatu.com - Harapan kenaikan okupansi hotel di Kota Malang, Jawa Timur, selama libur panjang Iduladha 2025 belum terwujud. Tingkat hunian kamar justru masih di bawah 50% pada sebagian besar periode libur.

Hal ini disampaikan oleh General Manager eL Hotel Malang, Tovid Agus Ivandi, yang menyebut strategi promosi sejak jauh hari belum berhasil menarik lonjakan tamu secara signifikan.

“Libur kemarin belum sesuai harapan. Meski kami sudah promosikan sejak awal, tamu tetap pesan kamar secara mendadak. Okupansi pun jadi tidak stabil,” ujar Tovid kepada Beritasatu.com, Rabu (11/6/2025).

ADVERTISEMENT

Libur Panjang Tak Berdampak

Berdasarkan data internal, okupansi eL Hotel Malang sempat mencatatkan lonjakan ke 80% pada Sabtu (7/6/2025). Namun sebelum dan sesudah tanggal tersebut, tingkat hunian kembali anjlok di bawah 50%.

Menurut Tovid, tren ini sudah berlangsung sejak awal 2025, bahkan di akhir pekan yang biasanya ramai.

“Sampai minggu kedua Juni, okupansi masih turun. Bahkan akhir pekan pun tidak tembus 50%,” katanya.

Penyebab Lesunya Okupansi

Tovid menilai ada beberapa faktor utama yang membuat okupansi hotel di Malang lesu, yaitu minimnya kegiatan rapat dari instansi pemerintahan akibat efisiensi anggaran, larangan study tour dari sekolah-sekolah, dan kompetisi ketat antarhotel untuk menarik tamu keluarga.

“Tanpa meeting dan study tour, kami hanya mengandalkan tamu keluarga, itu pun harus rebutan dengan hotel lain,” jelasnya.

Tovid mendorong agar pemerintah memberi dukungan nyata terhadap industri perhotelan yang sedang tertekan.

Ia mengusulkan beberapa bentuk stimulus, seperti diskon tarif listrik, pengurangan pajak daerah, serta sinergi promosi pariwisata antara pemerintah dan pelaku industri.

“Kami harap ada kebijakan nyata, seperti diskon listrik dan pajak, serta kerja sama promosi wisata yang lebih agresif,” ujar Tovid.

Meski situasi belum pulih, Tovid menyambut baik wacana pelonggaran kebijakan instansi untuk kembali menggelar rapat di hotel.

Menurutnya, beberapa agenda rapat dari dinas Kabupaten Malang mulai masuk pada Juni 2025 ini, meski masih terbatas.

“Ini berita baik. Sudah mulai masuk jadwal rapat dari dinas, meski jumlahnya belum signifikan,” pungkasnya.

Tingkat okupansi hotel di Malang selama libur panjang Iduladha 2025 belum menunjukkan tren positif. Pelaku perhotelan berharap dukungan nyata dari pemerintah dalam bentuk stimulus ekonomi dan sinergi promosi wisata, untuk mendongkrak kembali industri yang terdampak efisiensi anggaran dan perubahan kebijakan sekolah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aksi Demo Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang

Aksi Demo Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT