ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wabah Campak di Sumenep Tewaskan 17 Anak, Vaksinasi Massal Digelar

Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:57 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional.
Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional. (Instagram)

Sumenep, Beritasatu.com –  Ratusan anak di Sumenep, Jawa Timur, mengantre untuk mendapatkan vaksin campak gratis pada Senin (25/8/2025), saat pemerintah setempat meluncurkan kampanye vaksinasi massal menyusul wabah yang telah menewaskan 17 anak.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, lebih dari 2.000 anak terinfeksi campak di Jawa Timur dalam delapan bulan terakhir. Dari 17 korban meninggal, 16 tidak pernah diimunisasi dan satu tidak menyelesaikan dosis vaksin. Sebanyak 16 kematian tercatat di Kabupaten Sumenep.

Pemerintah menargetkan 78.000 anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun untuk menerima vaksinasi di Sumenep. Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim menegaskan pentingnya dukungan masyarakat agar cakupan imunisasi meningkat.

ADVERTISEMENT

“Jika tidak, campak akan menyebar lebih luas di antara anak-anak kita. Dampaknya bisa lebih fatal di masa depan,” ujarnya.

Indonesia sebelumnya pernah mengalami wabah campak besar, termasuk di Papua pada 2018 yang menewaskan puluhan orang. Rendahnya tingkat vaksinasi menjadi salah satu faktor penyebab.

Tahun lalu, hanya 72% dari 22 juta anak di bawah usia lima tahun di Indonesia yang menerima vaksin campak. Di beberapa provinsi, cakupannya bahkan kurang dari 50%, menurut data Badan Pusat Statistik.

Kontroversi soal kehalalan vaksin juga sempat menghambat program imunisasi. Pada 2018, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin campak dan rubella yang digunakan mengandung unsur babi. Meski begitu, penggunaannya tetap diizinkan sementara hingga tersedia vaksin halal.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 60 negara mengalami wabah campak besar tahun lalu. WHO melaporkan 84% anak-anak di dunia telah menerima dosis pertama vaksin campak, dan 76% sudah mendapat dua dosis. Namun, para ahli menegaskan cakupan vaksinasi harus mencapai 95% untuk mencegah wabah meluas.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon