ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KLB Campak Sumenep: 20 Anak Meninggal, 100 Orang Dirawat Intensif

Selasa, 9 September 2025 | 18:27 WIB
DB
RA
Penulis: Didik Setia Budi | Editor: RP
KLB campak di Sumenep tercatat hingga 2.700 kasus.
KLB campak di Sumenep tercatat hingga 2.700 kasus. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Sumenep, Beritasatu.com – Pada pekan ketiga kejadian luar biasa (KLB) campak, 100 pasien anak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masih menjalani perawatan di ruang isolasi. Pantauan Beritasatu.com di Puskesmas Kalianget pada Selasa (9/9/2025), para pasien anak mendapatkan penanganan khusus dan ditempatkan di bagian belakang puskesmas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, hingga kini masih ada empat rumah sakit dan tujuh puskesmas yang menangani pasien KLB campak.

"Pada pekan ketiga KLB ini masih ada 100 pasien campak. Jadi ada 43 pasien dirawat di rumah sakit, dan 57 yang di puskesmas. Jadi pasien itu keluar masuk dan sekarang total ada 2.700 pasien lebih yang terjangkit campak sejak Januari 2025 hingga pertengahan September ini 2025," tutur Syamsuri, Selasa (9/9/2025).

ADVERTISEMENT

Fatimah, salah seorang orang tua pasien yang dirawat di Puskesmas Kalianget, mengaku begitu khawatir dengan kondisi putrinya.

"Pertama itu dia pas pulang sekolah badannya panas dan enggak turun-turun panasnya. Saya bawa ke puskesmas dan langsung disuruh rawat inap. Alhamdulillah sekarang mulai pulih," kata Fatimah.

Untuk menekan angka pasien campak, Dinkes Sumenep kembali menargetkan wilayah dengan capaian vaksinasi rendah

Sementara untuk terus menekan bertambahnya angka pasien campak, Dinkes Sumenep kembali menyasar wilayah dengan capaian vaksinasi rendah. Seperti yang dilakukan di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ashabus SKEP, para petugas Puskesmas Pamolokan meminta agar separuh siswa PAUD yang belum divaksin untuk langsung mendapatkan imunisasi campak.

"Di sini masih ada separuh siswa yang belum vaksin, jadi kami beri pemahaman agar mau divaksin. Nanti kami juga langsung ke rumah-rumah karena data anak-anak juga ada," terang Kepala Puskesmas Pamokan drg Novia Sri Wahyuni saat ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan,  KLB campak di Sumenep telah mengakibatkan 20 anak meninggal dunia. Kabupaten Sumenep juga menempati peringkat pertama wilayah dengan jumlah penderita campak terbanyak di Indonesia.

Hingga saat ini, KLB Campak di Sumenep menyebabkan 20 anak-anak meninggal dunia. Kabupaten Sumenep juga masuk dalam peringkat pertama wilayah terbanyak penderita penyakit campak di Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menkes: Sumenep Tertinggi Angka KLB Campak se-Indonesia

Menkes: Sumenep Tertinggi Angka KLB Campak se-Indonesia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon