Letusan Sekunder Semeru Bikin Abu Tebal Membubung, Warga Kocar-kacir
Minggu, 23 November 2025 | 21:51 WIB
Lumajang, Beritasatu.com – Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat setelah terjadi letusan sekunder pada Minggu (23/11/2025) siang. Letusan tersebut memicu semburan abu dan material vulkanik yang terlihat jelas dari kawasan Jembatan Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Fenomena ini sontak menyita perhatian warga. Dalam rekaman video amatir, kerumunan warga terlihat berlarian menyelamatkan diri dari kepulan asap dan hujan abu. Sebelumnya, mereka berada di sekitar lokasi untuk menyaksikan letusan sekunder yang muncul saat banjir lahar dingin melintas.
Getaran banjir lahar yang cukup kuat, dengan amplitudo maksimal mencapai 40 milimeter, memicu keluarnya letusan sekunder yang menimbulkan kepulan asap tebal hingga membuat warga panik dan kocar-kacir.
Petugas BPBD bersama polisi lalu lintas Polres Lumajang yang berada di lokasi segera mengimbau warga agar tidak berlama-lama di area jembatan. Masyarakat juga diminta menjauhi zona aliran lahar serta wilayah yang masuk radius berbahaya.
Sementara itu, pihak kepolisian menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas karena jarak pandang terbatas akibat hujan abu.
“Kami membantu pengendara membersihkan debu di kaca mobil. Sementara jalur situasional, diberlakukan buka tutup,” ujar Bripka Arik, petugas Satlantas Polres Lumajang.
Hingga kini, Gunung Semeru masih berstatus level 4 (awas). Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak, serta diimbau menghindari aliran Besuk Kobokan dan lembah-lembah yang berpotensi dilalui guguran.
Pemerintah Kabupaten Lumajang meminta warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta memantau informasi resmi dari pos pengamatan gunung api dan BPBD.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




