ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Libur Imlek 2026, Okupansi Hotel di Malang Tembus 60 Persen

Selasa, 17 Februari 2026 | 06:40 WIB
DF
DM
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: DM
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan tingkat hunian atau okupansi hotel selama libur panjang Imlek 2026 mencapai 60%. Peningkatan ini mulai terasa sejak awal Februari.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan tingkat hunian atau okupansi hotel selama libur panjang Imlek 2026 mencapai 60%. Peningkatan ini mulai terasa sejak awal Februari. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Malang, Beritasatu.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Jawa Timur, mencatat tingkat hunian atau okupansi hotel selama libur panjang Imlek 2026 mencapai 60%. Peningkatan ini mulai terasa sejak awal Februari.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan lonjakan okupansi hotel di Kota Malang sudah terlihat bahkan sebelum perayaan Imlek.

“Februari awal memang terlihat ada peningkatan karena berkaitan dengan event-event yang diadakan oleh pemerintah kota dan masyarakat. Ditambah lagi adanya libur nasional, Valentine, dan Imlek,” ujar Agoes, Senin (16/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Agoes, sejak awal Februari tingkat hunian hotel di Kota Malang rata-rata 60%. Bahkan saat akhir pekan, okupansi bisa menembus 70%. “Untuk libur Imlek, okupansi rata-rata masih 60%,” tegasnya.

Kondisi ini menunjukkan sektor perhotelan di Kota Malang mulai bergerak stabil setelah sempat mengalami penurunan pada pekan kedua Januari 2026.

Agoes mengungkapkan rendahnya okupansi pada Januari berhasil diatasi berkat kreativitas para pelaku usaha perhotelan dan restoran. Berbagai program dan promo disiapkan untuk menyesuaikan momentum liburan sepanjang tahun.

“Teman-teman dunia pariwisata, khususnya hotel dan restoran, membuat berbagai kreasi menyesuaikan momen, seperti Valentine, Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri,” jelasnya.

Memasuki Ramadan, tarif atau rate menginap biasanya diturunkan. Namun, untuk menjaga pendapatan, hotel-hotel menawarkan paket buka puasa atau iftar dengan konsep yang menarik.

Menurut Agoes, tren masyarakat saat ini menunjukkan peningkatan minat berbuka puasa di luar rumah, termasuk di hotel dan restoran. “Trennya memang masyarakat sekarang kalau berbuka puasa itu di luar. Restoran dan hotel sudah mulai menjadi pilihan utama untuk kegiatan buka puasa bersama,” pungkasnya.

Dengan strategi promosi yang adaptif dan dukungan berbagai event pada Februari, sektor perhotelan di Kota Malang optimistis menjaga tren okupansi tetap stabil hingga memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT