Senja Ramadan: Ajang UMKM Unjuk Gigi dan Hiburan Warga di Ngawi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:41 WIB
Ngawi, Beritasatu.com – Semarak Ramadan 2026 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur semakin terasa dengan digelarnya acara Seni dan Jajanan (Senja) Ramadan, yang berpusat di halaman kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi. Acara ini berhasil menjadi ruang temu antara hiburan, wisata kuliner, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Tahun ini, antusiasme peserta meningkat cukup signifikan. Jika pada Ramadan 2025 hanya diikuti 56 pedagang, kini tercatat 75 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ikut ambil bagian. Beragam menu takjil, kuliner tradisional, hingga minuman segar tersaji lengkap untuk memanjakan warga yang sedang ngabuburit menanti azan Magrib untuk berbuka puasa.
Erlinda, salah satu pengunjung asal Kecamatan Paron, mengaku sengaja datang karena kelengkapan menu yang ditawarkan dalam acara ini.
"Sengaja cari takjil di sini karena lengkap sekali. Mulai dari makanan ringan, makanan berat, sampai bermacam-macam es semua ada," kata Erlinda kepada Beritasatu.com, Sabtu (28/2/2026).
Menu yang ditawarkan di antaranya aneka dessert, jajanan tradisional seperti jenang, jamu, dan risol. Bahkan terdapat lapak yang menyediakan rice bowl hingga takoyaki. Tidak ketinggalan, aneka macam es juga tersedia untuk melepas rasa haus selama berpuasa.
Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih mengungkapkan, pihaknya menambah area lapak hingga ke sisi utara untuk menampung tingginya minat pedagang dan menjaga kenyamanan pengunjung.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah pedagang semakin banyak. Tahun ini menjadi 75 pedagang, sehingga kami menambah lokasi di sebelah utara agar aktivitas jual beli lebih tertata dan nyaman,” jelas Wiwien.
Tak hanya sekadar pasar takjil, Senja Ramadan juga menghadirkan panggung hiburan bagi komunitas seni lokal. Pertunjukan musik dan kesenian daerah menjadi daya tarik tambahan yang menghidupkan sore di pusat kota Ngawi.
“Senja Ramadan ini bukan hanya ajang hiburan ngabuburit, tetapi juga penguat ekosistem bagi pelaku UMKM. Ini menjadi denyut ekonomi musiman yang sangat dinanti warga setiap tahunnya,” pungkas Wiwien.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




