ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Plastik Melonjak Bikin Pelaku UMKM Lumajang Kerepotan

Selasa, 7 April 2026 | 14:10 WIB
AK
MA
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: MA
Pemilik usaha di Lumajang, merasakan kenaikan harga plastik yang dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku nafta akibat konflik geopolitik di Timur Tengah
Pemilik usaha di Lumajang, merasakan kenaikan harga plastik yang dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku nafta akibat konflik geopolitik di Timur Tengah (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani)

Lumajang, Beritasatu.com – Harga produk kemasan plastik di pasaran Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dampak ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM di Lumajang, Jawa Timur, yang harus mencari strategi agar usaha tetap berjalan.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku biji plastik (nafta) akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pantauan Beritasatu.com di toko ritel kawasan Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, menunjukkan harga berbagai produk kemasan plastik mulai melonjak. Bahkan, kenaikannya mencapai hingga 50% dibandingkan harga normal.

ADVERTISEMENT

Pengelola toko, Desy Putri, mengatakan lonjakan harga sudah terasa sejak awal Ramadan dan semakin signifikan setelah Lebaran.

"Sudah dari awal puasa mulai perlahan naik, lalu mulai naik signifikan setelah Lebaran hingga saat ini. Banyak respons dari pelanggan kami mengeluhkan kenaikan harga ini, karena bisa berpengaruh pada harga jual mereka," kata Desy pada Selasa (7/4/2026).

Untuk menginformasikan kondisi tersebut, pihak toko bahkan memasang pemberitahuan kepada pelanggan terkait penyebab kenaikan harga yang dipicu konflik global. Kenaikan harga ini turut berdampak pada pelaku usaha kuliner.

Salah satu pengelola kafe, Mufti Agung, mengaku harus menyesuaikan strategi agar tetap bisa menutup biaya produksi. Ia mengaku terpaksa membebankan tambahan biaya kepada pelanggan, yang ingin membungkus makanan atau minuman untuk dibawa pulang.

"Kalau dine -in (makan di tempat) kami menggunakan gelas, tetapi kalau take away kami beri tambahan beban biaya untuk kemasan plastik. Ini menyesuaikan adanya kenaikan harga cup," kata Mufti.

Sementara itu, pedagang rujak buah, Aghnina Fida, memilih mengganti kemasan plastik dengan bahan lain yang lebih terjangkau untuk menekan biaya.

"Karena harga kemasan plastik naik, saya ganti kemasan yang sesuai budget, karena kalau tetap pakai plastik bisa gak dapat untung," katanya.

Kondisi ini menunjukkan dampak konflik global tidak hanya dirasakan di sektor energi, tetapi juga merambah ke kebutuhan dasar pelaku usaha kecil. Para pelaku UMKM di Lumajang berharap harga bahan baku, khususnya kemasan plastik, dapat segera stabil agar usaha mereka tetap berjalan tanpa membebani konsumen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pengusaha Percetakan Mojokerto Bersiasat Hadapi Efek Melemahnya Rupiah

Pengusaha Percetakan Mojokerto Bersiasat Hadapi Efek Melemahnya Rupiah

JAWA TIMUR
Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan

Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan

EKONOMI
Wamendag Ungkap Masih Cari Supplier Nafta untuk Tekan Harga Plastik

Wamendag Ungkap Masih Cari Supplier Nafta untuk Tekan Harga Plastik

EKONOMI
Kelangkaan Plastik Bisa Picu Kenaikan Harga hingga 30 Persen

Kelangkaan Plastik Bisa Picu Kenaikan Harga hingga 30 Persen

EKONOMI
Harga Plastik Naik 50 Persen, Pedagang Menjerit

Harga Plastik Naik 50 Persen, Pedagang Menjerit

JAKARTA
Upaya Pengusaha Ritel Tahan Harga Produk Plastik

Upaya Pengusaha Ritel Tahan Harga Produk Plastik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon