Review Film Gran Turismo, Kombinasi Ideal Adrenalin Balap dan Emosi
Rabu, 23 Agustus 2023 | 12:55 WIB
Judul Film : Gran Turismo
Genre : Biopik, drama
Sutradara : Neill Blomkamp
Skenario : Jason Hall, Zach Baylin
Pemain : David Harbour, Orlando Bloom, Archie Madekwe, Darren Barnet, Geri Halliwell Horner, Djimon Hounsou
Durasi : 134 menit
Produksi: Columbia Pictures
Ketika Sony mengumumkan akan mengadaptasi Gran Turismo ke film layar lebar, muncul ekspektasi dari para pemain (gamers) setia dari game simulator balap fenomenal tersebut. Diketahui, beberapa film yang diadaptasi dari game biasanya sekadar mengambil tokoh, cerita, latar, atau tema tertentu dari game tersebut, yang berujung dengan kekecewaan para gamers.
Hal ini yang berhasil dihindari oleh Gran Turismo, film yang mulai tayang perdana di bioskop Indonesia mulai Rabu (23/8/2023). Beritasatu.com mendapat kesempatan untuk mengikuti special screening dari Gran Turismo, Selasa (22/8/2023).
Alih-alih sekadar membawa elemen-elemen game Gran Turismo (GT) ke layar lebar, film ini justru mengambil tema biopik inspiratif dari seorang gamer GT sejati yang hidupnya berubah berkat game buatan Kazunori Yamauchi itu. Film ini sekaligus membuktikan bagaimana game tak sekadar permainan menghabiskan waktu semata, tetapi juga bisa berdampak dalam kehidupan seseorang.
Berfokus pada perjalanan Jann Mardenborough, yang diperankan dengan brilian oleh Archie Madekwe, film ini menghadirkan kisah seorang pemain game PlayStation Gran Turismo yang akhirnya menjadi pembalap mobil profesional dan telah mengikuti lebih dari 200 balapan bergengsi di dunia.
Kehidupan Jann berubah setelah Nissan membentuk GT Academy, program pelatihan pembalap yang diambil dari para gamer sejati GT di seluruh dunia. Hobinya bermain game yang awalnya dipandang sebelah mata, termasuk oleh keluarganya sendiri, justru menjadi sarana untuk mewujudkan impiannya menjadi pembalap profesional.
Ketika kita mengikuti perjalanan sinematik Gran Turismo, kita tidak hanya disuguhkan balapan berkecepatan tinggi. Film yang disutradarai oleh Neill Blomkamp ini berhasil mengajak penonton untuk merasakan sentuhan emosional yang inspiratif.
Aspek yang kuat dalam film ini tak lepas dari kecemerlangan akting yang ditampilkan para pemeran. Tak hanya Madekwe sebagai karakter utama, para karakter pendukung juga berhasil menghidupkan cerita dan memberikan dimensi emosional yang mendalam kepada penonton.
David Harbour yang sebelumnya dikenal akan penampilannya di serial Stranger Things, sukses menampilkan daya tarik karismatik khasnya sebagai Jack Salter, mentor Jann. Begitu pula dengan Djimon Hounsou yang menampilkan kehadiran yang kuat sebagai ayah Jann, Steve Mardenborough. Sementara Orlando Bloom juga berhasil membawakan karakter Danny Moore, eksekutif pemasaran Nissan yang menjadi aktor eksentrik di balik GT Academy.
Dalam hal penyutradaraan, Neill Blomkamp yang sebelumnya dikenal dengan film-film sci-fi (fiksi ilmiah) District 9 (2009) dan Elysium (2013), kali ini berhasil membuktikan keahliannya dalam menghadirkan sensasi lintasan balap langsung ke dalam ruang duduk penonton. Pemandangan dari dalam mobil dan pandangan atas memberikan perasaan seolah-olah kita ikut berada di lintasan.
Integrasi elemen permainan juga dilakukan dengan cemerlang, dengan menyisipkan grafis permainan seperti HUD dan papan skor ke dalam adegan dunia nyata. Gran Turismo berhasil menggabungkan dua dunia, balapan dan game ke dalam suatu film yang bisa dinikmati para penonton baik itu para pemain maupun mereka yang tidak memainkan game GT.
Meski demikian, bumbu Hollywood yang dibawa dalam film dalam beberapa hal memang terkesan terlalu dramatis. Beberapa adegan tidak akurat dengan faktanya. Misalnya tragedi kecelakaan Nurburgring, yang sebetulnya terjadi di tahun 2015, atau dua tahun setelah Jann meraih podium di Le Mans, yang menjadi klimaks dalam film. Ini yang juga dikritik sejumlah kritikus, yang menilai Gran Turismo mengekploitasi insiden mengerikan itu.
Begitu pula sosok Jack Salter, yang sebetulnya merupakan karakter komposit dari beberapa mentor Jann di dunia nyata. Pada akhirnya, film ini memang bukanlah sebuah dokumenter yang harus berdasarkan fakta-fakta, melainkan biopik yang berusaha menggugah emosi para penontonnya untuk terinspirasi dengan karakter dan cerita dalam film.
Setiap adegan balap berhasil diambil secara intens, membuat penonton merasakan kegembiraan dan ketegangan lintasan seolah-olah berada di balik kursi pengemudi. Kombinasi adrenalin dan emosi yang terasa dalam film ini menjadikan Gran Turismo sebagai tontonan yang layak ditonton, khususnya oleh mereka yang telah mengikuti franchise game berusia 25 tahun itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading







