ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Desainer Sebastian Gunawan Rilis Ombra Lunare yang Terinspirasi dari Bayang Rembulan

Sabtu, 4 November 2023 | 13:43 WIB
A
WP
Penulis: Antara | Editor: WDP
Desainer Sebastian Gunawan.
Desainer Sebastian Gunawan. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Desainer terkenal, Sebastian Gunawan, telah meluncurkan koleksi busana terbarunya yang diberi nama "Ombra Lunare," yang disebut terinspirasi dari bayang rembulan.

Dalam bahasa Italia, "Ombra Lunare" berarti shadow of the moon atau bayang-bayang bulan. Koleksi ini memiliki konsep yang kuat yang mencerminkan keindahan dan ketenangan sinar rembulan di langit malam.

Sebastian Gunawan menjelaskan bahwa dia terinspirasi oleh pesona bulan yang memiliki daya tarik tersendiri dan mampu mengubah suasana sekitarnya. "Bagi saya, bulan itu memiliki daya tarik tersendiri yang sarat dengan mood manusia, dan sinarnya juga akan merubah kondisi sekelilingnya," ujarnya Jumat (3/11/2023).

ADVERTISEMENT

Koleksi "Ombra Lunare" merupakan hasil kolaborasi antara Seba dan istrinya, Cristina Panarese, yang juga seorang desainer dan diterjemahkan dalam lini jenama Sebastianred. Koleksi ini terdiri dari 50 set busana yang didominasi oleh warna hitam dan abu, mencerminkan kesan elegan dan misterius sinar rembulan.

Meskipun warna hitam dan abu mendominasi koleksi ini, Seba juga memasukkan cahaya dan gradasi bayang rembulan yang beragam, bahkan beberapa setelan berwarna cerah seperti kuning dan hijau toska untuk memberikan variasi pada koleksi ini.

Koleksi "Ombra Lunare" ini menampilkan kesan feminin dan modern dengan elemen-elemen yang dapat dipadu-padankan atau mix and match. Terdapat cropped jacket dengan celana palazzo, overall long skirt dengan bra top, cropped kemeja berlengan lengkung seperti bulan sabit yang dapat dipadankan dengan rok mini atau celana panjang high-waisted.

Ada juga elemen lain seperti corset dress, gaun mini mod look, gaun panjang, dan rok panjang bertingkat. Siluet lengan dibuat romantis berbentuk bishop sleeve, sementara siluet rok konsisten, ramping di pinggang dan melebar lembut sampai lutut, menutupi kaki dengan anggun.

"Sinar bulan itu kalau di hutan akan terlihat lebih terang, kalau di danau dan air sinarnya juga lebih jelas dan berbeda, jadi kami banyak bermain warna seperti hitam, abu, hijau toska, dan ada kuning, seperti sinar bulan yang sedang penuh," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon