Bangkrut di Australia, Chef Arnold Malah Buka Loker di Surabaya
Rabu, 6 Agustus 2025 | 16:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari Chef Arnold Poernomo yang dikabarkan perusahaan miliknya di Australia ArnoldPo Corporation Pty Ltd dinyatakan bangkrut dan masuk ke dalam proses likuidasi sejak 27 Mei 2025.
Namun, Chef Arnold malah mengunggah di Instagram miliknya sedang membuka lowongan pekerjaan untuk restoran miliknya di Surabaya.
Pada unggahan Chef Arnold itu, Rabu (6/8/2025) memperlihatkan sebuah foto berisikan membuka lowongan pekerjaan. Chef Arnold mencari seorang waiter atau pelayan di Surabaya.
"Arpo. W're hiring! waiter dengan syarat usia maksimal 35 tahun, pria atau wanita, lokasi di Surabaya," tulis keterangan yang diunggah Chef Arnold.

Selain itu, Chef Arnold juga mencantumkan alamat untuk mereka yang berminat menjadi seorang pelayan di resto miliknya itu.
Seperti diketahui, Chef Arnold Poernomo mengalami kebangkrutan setelah kabar itu didapatkan dari dokumen resmi Australian Securities and Investments Commission (ASIC) yang diunggah akun Threads @ausind.id.
Pada dokumen itu mencatat bisnis perusahaan ArnoldPo Corporation Pty Ltd telah memiliki utang lebih dari 458.000 dolar Australia atau setara lebih dari Rp 5 miliar, termasuk tagihan pajak besar dari Australia Taxation Office (ATO), dan tunggakan superannuation (pensiun) untuk karyawan.
"Salah satu usaha utama perusahaan, yaitu bar bernama Monkey's Corner di Sydney telah tutup permanen sejak Maret 2024. Perusahaan ArnoldPo Corporation Pty Ltd resmi dilikuidasi sejak 27 Mei 2025 di Australia," tulis akun tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Chef Arnold belum buka suara terkait kabar yang kurang menyenangkan terkait perusahaan miliknya di Australia yang diduga mengalami kebangkrutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




