Kim Kardashian Dikritik, Produk Kecantikannya Disebut Bahayakan Remaja
Kamis, 7 Agustus 2025 | 06:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Selebritas Kim Kardashian mendapat sorotan tajam dari para ahli dermatologi terkait produk terbaru dari merek shapewear miliknya, SKIMS. Produk bernama Seamless Sculpt Face Wrap itu diklaim mampu membentuk rahang dan dagu hanya dalam semalam.
Namun para dokter kulit menyebutnya sebagai bagian dari tren kecantikan viral yang berbahaya, terutama bagi perempuan muda.
Diluncurkan pekan lalu, face wrap senilai 40 pound sterling (sekitar Rp 800.000) itu dirancang untuk dikenakan saat tidur demi memberikan efek “mengangkat” bagian wajah. Klaim dari SKIMS menyebut bahwa produk ini dapat mengencangkan dagu, leher, dan pipi tanpa perlu prosedur operasi.
“Namun menurut para ahli, produk ini hanyalah bagian dari tren ugly sleep, rutinitas tidur ekstrem yang kini viral di TikTok,” tulis Dailymail, Kamis (7/8/2025).
Tren ugly sleep melibatkan serangkaian ritual seperti mengoleskan berlapis-lapis produk skincare, memakai masker lembar, mengikat dagu dengan tali elastis, menutup mulut dengan selotip, hingga mengenakan penutup kepala. Semua itu dilakukan demi terlihat lebih muda saat bangun tidur.
Kim Kardashian, lewat brand SKIMS, dinilai ikut melanggengkan obsesi yang tidak sehat terhadap kecantikan instan. “Ini hanyalah alternatif tidak sempurna dari perawatan kosmetik mahal,” ujar Dr Anjali Mahto, dokter kulit ternama asal Inggris.
“Rutinitas malam yang semakin rumit ini seringkali melampaui apa yang benar-benar dibutuhkan kulit, bahkan bisa memicu peradangan atau merusak lapisan pelindung kulit,” lanjutnya.
Ia juga mengkritik praktik face taping, menempelkan pita di wajah untuk mencegah kerutan, yang menurutnya tidak efektif dan tidak perlu. Lebih mengkhawatirkan lagi, Dr Mahto menyoroti tren mouth taping, yaitu menutup mulut saat tidur demi melatih pernapasan lewat hidung. Praktik ini kini makin populer, namun disebut bisa membahayakan kesehatan.
“Tidak ada manfaat yang terbukti secara ilmiah.Segala sesuatu yang membatasi asupan oksigen saat tidur berpotensi berbahaya," tegas Dr Mahto.
Meskipun ada peringatan dari para ahli, video bertagar #uglysleeproutine tetap merajalela di TikTok dengan jutaan penonton. Para pengikut tren ini mempopulerkan slogan: “Semakin jelek kamu tidur, semakin cantik kamu bangun.” Namun bagi para ahli, fenomena ini mencerminkan dampak negatif dari pemasaran agresif yang ditujukan pada remaja.
Menurut Dr Mahto, produk-produk seperti face wrap dari SKIMS mengeksploitasi rasa tidak percaya diri di kalangan anak muda. “Kerutan bukan hanya soal gerakan wajah, tapi juga karena hilangnya kolagen dan perubahan distribusi lemak. Face taping tidak bisa mencegah hal itu,” jelasnya.
Kim Kardashian pun dinilai bertanggung jawab atas pengaruh besar produknya terhadap remaja. Dr Cristina Psomadakis mengatakan bahwa tren skincare ekstrem bisa membahayakan, khususnya bagi kulit muda yang belum membutuhkan produk anti-aging.
“Masalah terbesarnya adalah orang-orang yang berlebihan mengikuti tren skincare, atau mencampur produk yang seharusnya tidak digunakan bersamaan,” ujarnya kepada The Guardian.
“Hal terbaik yang bisa kamu lakukan di malam hari adalah membersihkan wajah dari sisa sunscreen dan mekap,” lanjutnya,
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




