ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter Anak Sebut Campak Lebih Menular 5 Kali Lipat dari Covid-19

Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:24 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jakarta, Sabtu 13 Agustus 2022.
Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jakarta, Sabtu 13 Agustus 2022. (Instagram)

Jakarta, Beritasatu.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat agar memastikan anak mendapatkan imunisasi campak, sebab penyakit ini menular jauh lebih cepat dibandingkan Covid-19.

“Campak lebih menular empat hingga lima kali lipat dibanding Covid-19. Oleh karena itu, cakupan imunisasi untuk penyakit yang sangat menular ini harus sangat tinggi agar tercipta herd immunity atau kekebalan imunitas,” ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso seperti dilansir dari Antara, Rabu (27/8/2025).

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI Edi Hartoyo menambahkan, tingkat penularan campak berada pada kisaran 12–18, sedangkan Covid-19 sekitar 8–10. Artinya, satu penderita campak berpotensi menulari 12 hingga 18 orang, sementara satu penderita Covid-19 berisiko menulari 8 sampai 10 orang.

ADVERTISEMENT

Piprim mengingatkan, imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit menular sangat penting dilakukan untuk mencegah terulangnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak seperti yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pada penyakit campak, cakupan imunisasi harus melampaui 95% untuk menciptakan kekebalan komunitas. KLB dapat terjadi jika cakupan tersebut merosot hingga 60%. “Untuk timbul KLB tidak harus turun 0%, turun 60% itu sudah KLB di mana-mana,” jelas Piprim.

Menurutnya, KLB merupakan konsekuensi dari turunnya cakupan imunisasi secara signifikan. Edukasi dan motivasi kepada masyarakat untuk memberikan vaksin campak dan rubella (MR) kepada anak-anak menjadi kunci dalam memutus rantai penularan. “Imunisasi adalah hak dasar anak. Anak berhak hidup sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya,” tegas Piprim.

IDAI juga menekankan bahwa imunisasi rutin tidak hanya mencegah penyakit menular, tetapi juga membantu mencegah stunting. Infeksi kronis berulang yang tidak dicegah dapat menghambat pertumbuhan anak dan berkontribusi pada terjadinya stunting.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Benarkah Sudah Pernah Kena Campak Bisa Kebal Seumur Hidup?

Benarkah Sudah Pernah Kena Campak Bisa Kebal Seumur Hidup?

LIFESTYLE
Kasus Campak Meluas di Garut, 35 Kecamatan Terdampak

Kasus Campak Meluas di Garut, 35 Kecamatan Terdampak

JAWA BARAT
281.984 Anak di Aceh Tidak Pernah Diimunisasi dan Rentan Kena Campak

281.984 Anak di Aceh Tidak Pernah Diimunisasi dan Rentan Kena Campak

NUSANTARA
Cirebon Masih KLB Campak, 2 Pasien Meninggal Dunia

Cirebon Masih KLB Campak, 2 Pasien Meninggal Dunia

JAWA BARAT
Darurat Campak di Serang, 77 Suspek Terdata di Kramatwatu

Darurat Campak di Serang, 77 Suspek Terdata di Kramatwatu

BANTEN
Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon