Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2024, Menhub: Moda Darat Paling Struggling
Senin, 8 April 2024 | 16:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, moda transportasi darat merupakan sektor yang paling membutuhkan upaya keras untuk dikelola selama arus mudik Lebaran 2024.
"Darat memang satu yang struggling (perjuangan). Seperti yang sudah kami sampaikan, ada tiga tempat yaitu Cipali, lalu Merak, lalu juga Jetapang. Dari tiga itu, dua tempat kita melakukannya dengan dengan luar biasa," kata Budi seusai menemani Presiden Jokowi meninjau Stasiun Pasar Senen Jakarta, Senin (8/4/2024).
Budi menjelaskan, di ruas Tol Cipali, sempat ada kenaikan jumlah kendaraan hingga 23%. Padahal, rerata kenaikan kendaraan tahun ini hanya 13%.
"Saya terima kasih lagi ya dengan Menko PMK yang mengoordinasikan kami, TNI-Polri, dan semua stakeholder di sana. Di Cipali, sekali pun ada satu hari naik 23%, tetap tidak terjadi kemacetan. Average kenaikan tahun ini 13%. Kenaikan-kenaikan di sektor darat itu biasanya tidak lebih dari 5%, 2 atau 3. Tahun ini signifikan 13% dan satu hari itu 23%," bebernya.
Di ruas Tol Merak, Budi menyebut terdapat antrean hingga 10 kilometer lantaran banyak masyarakat yang belum memiliki tiket kapal untuk menyeberang ke Sumatera.
Solusinya, kata Budi, kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Bakauheni Lampung, dilarang mengisi muatan. Sementara itu, di Pelabuhan Merak, kapal dilarang membongkar muatan.
"Kapal itu di Bakauheni enggak boleh muat sehingga dia bisa balik dan relatif cepat dan di sini enggak bongkar. Jadi cepat untuk menarik," ujarnya.
Selain itu, Budi juga mewajibkan kapal yang bersandar memiliki kemampuan dengan muatan besar dan melaju cepat. Dia juga berencana menambah dermaga di Pelabuhan Merak.
"Jadi kalau kapal katakanlah dengan 15 knot, pasti kurang maksimal, atau dengan 500 kurang. Jadi harus kapal besar di atas 1.000 dan katakanlah harus di atas 15 knot atau bahkan 20 knot. Jadi kecepatan-kecepatan itu bisa dilaksanakan," jelasnya.
Budi memaparkan, permasalahan di Merak, pertama, mengharuskan kapal yang lebih besar dan cepat. Kedua, penambahan dermaga.
"Kami sudah bahas, bahkan saya sempat lapor pak presiden bahwa ini harus tambah dermaga. Pak presiden bilang, tambahin kalau kapal juga harus tambah," pungkas Budi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




