Penempatan Transmigran Naik 10 Kali Lipat pada 2025
Selasa, 29 Juli 2025 | 13:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Transmigrasi mencatat lonjakan besar dalam program penempatan transmigran tahun 2025. Total 1.394 Kepala Keluarga (KK) akan ditempatkan di 10 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat 10 kali lipat dibanding tahun 2024 yang hanya menempatkan 131 KK.
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman menyebut peningkatan ini bukan hanya menandai kebangkitan program transmigrasi, tetapi juga hasil dari kenaikan anggaran hingga 10 kali lipat. Program transmigrasi kini diarahkan sebagai strategi pemerataan pembangunan dan regenerasi desa berkelanjutan.
“Jumlah transmigran tahun lalu dan tahun ini naik signifikan menjadi 1.394 KK, tersebar di 10 kabupaten/kota, yaitu Batam, Merauke, Sukamara, Paser, Bulungan, Poso, Polmand, Sidrap, Halmahera Tengah, dan Sumba Timur,” jelas Iftitah dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Sebaran Transmigran di 10 Kabupaten/Kota
Tahun ini, penempatan transmigran dilakukan dengan pola beragam sesuai karakteristik geografis tiap wilayah, yaitu:
- Batam (Rempang, Barelang): 504 KK - Pola Nelayan
- Merauke (Domande, Salor): 100 KK - TU Lahan Kering
- Sukamara (Pulau Nibung, Jelai): 290 KK - TU Lahan Kering
- Paser (Keladen, Kerang): 50 KK - TU Lahan Basah
- Bulungan (Tanjung Buka SP.10, Salim Batu): 55 KK - 20 KK Trans Karya Nusa & 35 KK Trans Lokal
- Poso (Torire, Tampolore): 50 KK - 15 KK Trans Karya Nusa & 35 KK Trans Lokal
- Polewali Mandar (Taramanu Tua, Tubbi Taramanu): 100 KK - 35 KK Trans Karya Nusa & 65 KK Trans Lokal
- Sidrap (Wala/Lagading, Pitu Riase): 145 KK - 30 KK Trans Karya Nusa & 115 KK Trans Lokal
- Halmahera Tengah (Waleh SP.3, Sagea Waleh): 50 KK - TU Lahan Kering
- Sumba Timur (Kotakawaw SP.7, Melolo): 50 KK - TU Lahan Kering
Dari total tersebut, 80 KK berasal dari skema Trans Karya Nusa, sedangkan 1.314 KK dari Trans Lokal.
“Pola yang diterapkan pun bervariasi: TU Lahan Kering, TU Lahan Basah, dan Nelayan, sesuai dengan karakteristik geografis masing-masing wilayah,” ujar Iftitah.
Terobosan Baru
Selain penempatan transmigran, tahun 2025 Kementerian Transmigrasi menghadirkan 2.000 anggota Tim Ekspedisi Patriot. Mereka akan diterjunkan ke 154 kawasan transmigrasi untuk melakukan riset sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Tim ini terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan profesional muda. Kehadiran mereka diharapkan menjadi fondasi pengembangan kawasan transmigrasi berbasis data dan sesuai kebutuhan nyata masyarakat.
“Transmigrasi hari ini bukan sekadar program lama yang dihidupkan kembali. Ini adalah gerakan baru, dengan pendekatan modern, terukur, dan berdampak luas,” tegas Iftitah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




