ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cegah Tragedi Al-Khoziny, Prabowo Perintah Evaluasi Bangunan Ponpes

Minggu, 5 Oktober 2025 | 14:27 WIB
RH
SM
Penulis: Ricki Putra Harahap | Editor: SMR
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu 5 Oktober 2025.
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu 5 Oktober 2025. (BPMI Setpres)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Dia memerintah agar infrastrukstru bangunan seluruh ponpes dievaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo telah memberikan arahan khusus kepada para menteri terkait, gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur untuk memberikan perhatian serius terhadap peristiwa tersebut.

“Beliau memonitor terus. Makanya beliau kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait dan gubernur dan wakil gubernur untuk memberikan perhatian,” kata Prasetyo kepada wartawan seusai menghadiri upacara HUT ke-80 TNI di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025).

ADVERTISEMENT

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan infrastruktur pondok pesantren di berbagai daerah.

“Evaluasi ke depan ke semua pondok pesantren kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan bangunan infrastruktur pondok masing-masing,” tutupnya.

Diketahui, musala Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Minggu (28/9/2025) sore, saat para santri sedang salat asar berjemaah. Hingga Minggu (5/10/2025) pagi, tercatat sudah 36 jenazah santri yang berhasil dievakuasi, sedangkan 27 orang lagi diperkirakan masih tertimbun dalam reruntuhan.

“Semalam sudah ditemukan 11 jenazah, jadi total dari yang meninggal dunia adalah 36 orang, praktis yang diperkirakan masih di dalam reruntuhan itu ada 27 orang,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan dalam konferensi pers di Ponpes Al-Khoziny pagi tadi.

Menurutnya, evakuasi yang dilakukan Basarnas hingga hari ini sudah mencapai 60%. Dia berharap pada Senin (6/10/2025) bangunan yang ambruk bisa rata semua untuk mengetahui jumlah keseluruhan korban dalam reruntuhan.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan timnya masih terus berupaya mengevakuasi jenazah dari reruntuhan bangunan sampai semuanya ditemukan.

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan bantuan alat berat, mengingat struktur bangunan musala yang runtuh sebagian masih menimpa area yang diperkirakan menjadi titik kumpul para santri saat kejadian.

“Kami menggunakan satu unit backhoe dan breaker yang dioperasikan bersama tim Basarnas untuk membuka akses di bawah puing-puing beton,” ujar Yudhi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gibran: Pembangunan Papua Jadi Prioritas Presiden Prabowo

Gibran: Pembangunan Papua Jadi Prioritas Presiden Prabowo

NASIONAL
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini

Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini

NASIONAL
Mardiono Minta Kader PPP Solid Dukung dan Kawal Program Prabowo

Mardiono Minta Kader PPP Solid Dukung dan Kawal Program Prabowo

NASIONAL
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

NASIONAL
Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

JAWA TIMUR
Prabowo Minta Pelatnas Berkelanjutan, Akademi Olahraga Disiapkan

Prabowo Minta Pelatnas Berkelanjutan, Akademi Olahraga Disiapkan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon