ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program Makan Bergizi Bikin Ayam dan Telur Makin Langka

Selasa, 7 Oktober 2025 | 23:48 WIB
MF
JS
Penulis: Muhammad Farhan | Editor: JJS
Ilustrasi program MBG.
Ilustrasi program MBG. (Beritasatu.com/Joko Laksono)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengonfirmasi, kenaikan harga ayam potong dan telur ayam belakangan ini dipicu akibat meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sekarang harga ayam naik karena kebutuhan MBG. Untuk masak ayam bagi 3.000 orang dibutuhkan sekitar 350 ekor ayam," jelas Dadan Hindayana Hal pada diskusi Food Business Opportunity yang digelar oleh BPP HIPMI di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, jika dihitung secara nasional, maka satu kali penyajian MBG setara dengan kebutuhan sekitar 350 ekor ayam per hari, yang bisa mencapai 2.800 ekor per bulan hanya untuk satu titik layanan.

ADVERTISEMENT

“Kalau program ini dijalankan dua kali seminggu saja, maka dalam sebulan sudah butuh 2.800 ayam,” tambahnya.

Ia juga menyoroti fakta, 10.681 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia kini menyerap banyak daging dan telur ayam. Jika tidak diimbangi dengan munculnya peternak ayam baru, maka dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan pasokan.

"Kalau tidak segera muncul peternak baru, bisa terjadi kekurangan pasokan ayam dan telur," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan menyebut, pelaksanaan program MBG menghadapi tekanan berat yang berada di luar perkiraan, terutama dalam ketersediaan pangan.

“Dari Rp 1,1 miliar dana yang sudah dikucurkan, sekitar 9.200 titik masih menghadapi masalah pangan,” ujarnya.

Tigor menyampaikan, dirinya harus segera ke Provinsi Aceh untuk memberi sosialisasi tata kelola SPPG, mengingat masih banyak daerah yang belum memahami prosedur standar.

Lebih mengejutkan lagi, Tigor mengungkap adanya praktik manipulatif dari pendaftar dapur SPPG nakal yang mencoba menjadi mitra secara tidak sah. BGN bahkan menerima berbagai bentuk intimidasi, termasuk ancaman keselamatan jiwa.

“Saat kami tolak pendaftar yang melebihi batas, kami terima ancaman, bahkan hingga soal nyawa. Ini bukan tugas mudah,” katanya.

BGN kini memberlakukan aturan ketat untuk menyaring pendaftar berdasarkan jumlah penerima manfaat di wilayah masing-masing.

“Negara kita perlu aturan keras. Kalau tidak bisa penuhi syarat, jangan lanjut bangun dapur,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

NASIONAL
Kampus Kelola MBG Berpotensi Ancam Independensi Akademik

Kampus Kelola MBG Berpotensi Ancam Independensi Akademik

NASIONAL
Ibas Dorong Sentra Patin Trenggalek Dukung Program MBG

Ibas Dorong Sentra Patin Trenggalek Dukung Program MBG

NASIONAL
MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN Terkait Program MBG

MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN Terkait Program MBG

NASIONAL
Kadin Sebut MBG Penopang Ekonomi di Tengah Dolar AS Menguat

Kadin Sebut MBG Penopang Ekonomi di Tengah Dolar AS Menguat

EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon