Jokowi Bantah Ajak Tokoh Politik Masuk PSI: Itu Hak Pribadi
Senin, 13 Oktober 2025 | 16:19 WIB
Solo, Beritasatu.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menepis isu yang menyebut dirinya mengajak sejumlah tokoh politik untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menegaskan, keputusan seseorang untuk berpindah partai merupakan hak pribadi dan bagian dari dinamika demokrasi.
“Ya ini kan demokrasi ya. Kalau orang ingin ke PSI kan enggak bisa dipaksa-paksa. Enggak mungkin dalam era keterbukaan seperti ini,” ujar Jokowi di Solo, Senin (13/10/2025).
Menurut Jokowi, perpindahan kader dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang wajar, terutama jika seseorang melihat peluang atau merasa nyaman dengan suasana politik di partai tersebut.
“Ya pindah (partai) mungkin karena melihat masa depan PSI, bisa saja. Atau karena senang dengan suasana di PSI, juga bisa. Namun, sekali lagi, saya melihat tidak ada paksaan apa pun,” imbuhnya.
Menanggapi kabar sejumlah tokoh politik yang datang ke kediamannya di Solo, Jokowi menjelaskan, pertemuan tersebut bersifat informal dan membahas banyak hal.
“Banyak yang datang, baik tokoh maupun politisi, dan kita berdiskusi soal apa saja, masalah sosial, politik, ekonomi. Kalau kemudian ada yang masuk ke PSI, itu urusan pribadi masing-masing,” katanya.
Jokowi juga menegaskan bahwa kunjungan para tokoh politik ke rumahnya tidak berkaitan dengan ajakan untuk bergabung ke PSI.
“Enggak ada ngajak-ngajak. Seperti saya sampaikan, itu kehendak pribadi masing-masing,” tegasnya.
Mantan wali kota solo itu menambahkan, rumahnya terbuka bagi siapa pun yang ingin berkunjung, baik tokoh lokal maupun nasional. Namun, keputusan politik setiap orang adalah urusan mereka sendiri.
“Rumah saya terbuka bagi siapa pun, baik tokoh lokal, politisi tingkat provinsi, maupun nasional. Namun, keputusan politik itu sepenuhnya hak pribadi masing-masing,” pungkas Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




