Tak Ada Daerah Aman, BNPB Catat 2.900 Bencana Melanda Indonesia
Rabu, 5 November 2025 | 14:11 WIB
Kebumen, Beritasatu.com – Hingga Senin (4/11/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.900 kejadian bencana telah melanda Indonesia. Setiap harinya, rata-rata terjadi 15 hingga 20 bencana.
Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan data tersebut saat meresmikan Jembatan Weton Kulon di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Adapun bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Per hari ini, 4 November 2025, BNPB mencatat sudah ada 2.900 bencana di seluruh Indonesia. Kalau dirata-ratakan hampir 15 sampai 20 kali bencana per hari,” ujarnya.
Suharyanto menyebut, dari total 514 kabupaten dan kota, lebih dari 150 wilayah, termasuk Kabupaten Kebumen, dikategorikan memiliki risiko bencana tinggi. Sementara itu, sisa wilayah lainnya masuk dalam kategori risiko sedang.
Ia menegaskan tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang benar-benar aman dari ancaman bencana. “Ada 514 kabupaten dan kota, tidak ada yang risikonya rendah. Lebih dari 150 wilayah, termasuk Kebumen, berisiko tinggi,” ungkapnya.
Dalam dua pekan terakhir, sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Grobogan, Pati, dan Demak dilanda banjir. Meski kondisi kini berangsur normal, Suharyanto menekankan bahwa operasi penanganan darurat menjadi kunci. Ia juga menyoroti peristiwa banjir bandang di Papua yang menelan korban jiwa.
Kepala BNPB menjelaskan bahwa penanganan bencana memiliki tahapan panjang dan tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana justru membutuhkan komitmen dan usaha lebih besar.
Tahap tersebut meliputi perbaikan infrastruktur, rumah warga, serta sarana publik yang rusak. Sebagai bentuk konkret dukungan pemerintah pusat, Suharyanto meresmikan Jembatan Weton Kulon di Kebumen bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Ia membuka kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengajukan usulan perbaikan infrastruktur lainnya yang rusak akibat bencana.
“Silakan segera diajukan. Nanti bisa ditangani melalui program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB. Ini bukti kehadiran negara untuk masyarakat,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




